Diciduk di Lamongan, ZA Diduga Terlibat Teror Bom Thamrin

Diciduk di Lamongan, ZA Diduga Terlibat Teror Bom Thamrin

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul. (foto - dung)

Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri membekuk salah seorang terduga teroris di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Jumat pagi. Ia diduga menjadi pemimpin dari aksi teror bom Thamrin.

Terduga teroris yang dimaksud yakni ZA (50 tahun). Bahkan, ZA juga diduga merupakan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) afiliasi ISIS. "Bisa jadi dia (yang memimpin). Kalau lihat sepak terjangnya, dia sudah memiliki kemampuan lebih. Sudah berangkat ke Filipina," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Kantor Divisi Humas Polri Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat  (7/4/2017).

Menurutnya, ZA terindikasi yang membeli senjata para teroris bom Thamrin. Sebanyak dua senjata di antaranya merupakan hasil pembelian ZA dari Filipina. "Dua senjata api itu dipakai saat peristiwa bom Thamrin. Tiga lainnya masih dicari," katanya.

Bahkan, ZA disebut-sebut sempat ikut pelatihan militer di Filipina, namun tak disebut kapan waktu keberangkatan ZA melakukan pelatihan di sana. Sementara untuk terduga teroris ZH, juga diduga pernah terlibat dalam mengambil senjata untuk terduga teroris bom Thamrin bersama ZA. Hanya ZH tak sampai ke Filipina seperti ZA.

"Terhadap ZH, dia bersama Anshori melakukan transaksi senjata. Dia ikut serta, namun dia tidak sampai ke Filipina. Dia hanya di Sangir Sulawesi Utara," tegas Martinus.

Seperti diketahui, Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 membekuk tiga terduga teroris di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur, pada Jumat pagi 7 April 2017. Para terduga teroris itu langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,