100 Ribuan Warga Cina Teken Petisi Boikot United Airlines

100 Ribuan Warga Cina Teken Petisi Boikot United Airlines

Protes warga terhadap Maskapai United Airlines di Bandara O'Hare Chicago Amerika Serikat. (foto - Chicago Tribune)

Beijing - Kasus penurunan penumpang secara paksa yang dilakukan oleh maskapai asal Amerika Serikat, United Airlines pada Senin lalu menimbulkan kemarahan di berbagai belahan dunia, terutama warga Cina. Korban yang dipaksa turun dengan menyeret itu diidentifikasi sebagai Dr. David Dao (69).
 
Ia adalah seorang dokter yang berpraktik di Kota Elizabethtown, Kentucky. Rekaman pengusiran yang begitu kasar dengan cepat menjadi viral di situs media sosial Cina, Weibo. Ratusan ribu pengguna Weibo mengutuk insiden tersebut yang menurut mereka, Dr. David Dao dipaksa turun karena ia adalah orang Asia.
 
Apalagi seorang penumpang sempat mengatakan kepada The Washington Post, sebelum diturunkan paksa, Dao sempat mengatakan, "Saya terpilih karena saya adalah orang Cina." Sebagian besar pengguna Weibo juga bersumpah tak akan lagi menggunakan maskapai itu.
 
Publik Cina merespons dengan menggalang petisi. Komedian Cina, Joe Wong misalnya, menjadi salah seorang penggagas petisi yang diberi tagar #ChinaLivesMatter atau #ChinaBerhakHidup. 
 
Seperti diberitakan Shanghaiist, Rabu (12/4/2017) sudah lebih dari 100.000 warga Cina menandatangani petisi, yang dimuat halaman petisi di situs resmi Gedung Putih, whitehouse.gov. Petisi itu juga menyerukan agar pemerintah federal melakukan penyelidikan penuh atas kasus itu.
"Banyak warga Cina merasakan bagaimana mereka menjadi subjek diskriminasi. Namun mereka begitu takut menghadapinya, sehingga tak mau bicara. Itu sebabnya banyak media massa di Barat dan publik tak menganggap serius fakta diskriminasi pada warga Asia," kata Wong.
 
Sejauh ini, respons dari PR perusahaan dianggap tak cukup halus untuk menghentikan hujatan atas insiden itu, dan menghentikan kritik yang terus menderas dari seluruh dunia. Setelah video itu menjadi viral, CEO United Airlines, Oscar Munoz menyampaikan permintaan maaf pada publik. 
 
Namun bukan karena pengusiran itu, pihak maskapai meminta maaf karena pesawat sudah over booked. Sikap itu malah makin memicu kemarahan publik. Bukannya menghentikan kemarahan publik, Munoz kembali melipatgandakan kemarahan dengan membuat surat untuk pekerjanya dengan mengatakan, penumpang yang dipaksa turun itu telah mengganggu dan menciptakan kerusuhan. 
 
Ia juga mengklaim, stafnya telah mengikuti prosedur yang seharusnya. Dr. David Dao dipaksa turun dengan kasar setelah menolak meninggalkan kursi secara sukarela dari penerbangan di Bandara O'Hare Chicago menuju Lousville. 
 
Ia dipaksa oleh petugas kepolisian yang mendapat perintah untuk mengosongkan kursi, karena ada staf United Airlines yang harus ikut dalam penerbangan itu karena akan bertugas ke Louisville. Penurunan paksa itu membuat Dao terbentur hingga mengeluarkan darah dari hidungnya. 
 
Seorang penumpang dalam pesawat merekam adegan tersebut, dan menyebarluaskan adegan kasar tersebut ke media sosial. Rekaman itu segera menjadi viral ke seluruh dunia, dan membuat United Airlines menuai kecaman dan hujatan. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,