Kelompok Ekstrem Kanan Jerman Klaim Teror Dortmund

Kelompok Ekstrem Kanan Jerman Klaim Teror Dortmund

Kelompok Ekstrem Kanan Jerman Klaim yang melakukan teror bus tim Borussia Dortmund. (foto - Mirror)

Berlin - Jaksa penuntut Jerman menyelidiki klaim dari kelompok ekstrem kanan, yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap bus yang membawa tim sepakbola Borussia Dortmund.

Meski beberapa klaim dari berbagai pihak telah muncul sejak teror ledakan yang terjadi pada 11 April 2017 lalu, sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Koran Tagesspiegel melaporkan, pihaknya menerima klaim pertanggungjawaban dari kelompok ekstrem kanan, terkait serangan bom terhadap bus Borussia Dortmund. Kelompok itu menyatakan kecaman terhadap multikulturalisme, dan mengancam akan melakukan serangan lainnya. "Kami telah menerima klaim dan kami sedang menyelidikinya," kata Juru Bicara Jaksa Penuntut Federal Jerman, Frauke Koehler.

Seperti dilansir Sky News, Minggu (16/4/2017) tiga pucuk surat yang ditemukan di dekat lokasi ledakan semula menunjukkan adanya kaitan antara serangan itu dengan kelompok militan Islam. Namun, belakangan keaslian klaim tersebut dipertanyakan. 

Sementara seorang pria asal Irak yang ditangkap karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok teror, saat ini telah dibebaskan dan dinyatakan tidak terlibat. Klaim lain yang berasal dari kelompok ekstrem kiri dipublikasikan online, tetapi keasliannya juga dipertanyakan.

Akibat serangan tersebut, Marc Bartra, salah seorang pemain Dortmund asal Spanyol mengalami luka di lengan kirinya. Ia telah menjalani operasi dan diperbolehkan pulang, meski tidak dapat bermain setidaknya dalam empat pekan ke depan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,