Boeing PHK Ratusan Karyawan Tenaga Insinyur dan Mekanik

Boeing PHK Ratusan Karyawan Tenaga Insinyur dan Mekanik

Boeing PHK Ratusan Karyawan Tenaga Insinyur dan Mekanik. (foto - blog)

New York - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengumumkan rencana pemangkasan tenaga insinyur di tengah melambatnya penjualan. Hal itu dijadwalkan pada 23 Juni 2017, setelah perusahan yang berbasis di Chicago itu telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.800 mekanik dan teknisi awal tahun ini.

Dilansir dari USAToday.com, pengurangan karyawan ini dijadwalkan pada 23 Juni mendatang setelah perusahan yang berbasis di Chicago ini telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.800 mekanik dan teknisi awal tahun ini.

"Pengumuman hari ini meliputi PHK paksa pada bagian fungsi engineering dari divisi pesawat komersial. Kami memperkirakan, ratusan pegawai di wilayah Washington dan lokasi lain dari perusahaan akan terkena dampak,” kata Juru Bicara Boeing Doug Alder.

Dilansir dari USAToday, Society of Professional Engineering Employees in Aerospace (SPEEA), serikat pekerja yang mewakili para insinyur industri pesawat menyatakan, pemberitahuan 60 hari sebelum PHK akan keluar pada hari Jumat. Serikat pekerja telah meminta data mengenai lokasi pabrik dan keahlian dari karyawan yang akan di PHK, namun belum mendapatkan pemberitahuan.

"Ini sangat mengecewakan. Sebanyak 12.600 pegawai di negara bagian Washington telah dikurangi oleh Boeing, sejak pemerintah negara bagian memberikan keringanan pajak terbesar dalam sejarah AS pada November 2013," kata juru bicara serikat pekerja, Bill Dugovich.

Direktur Strategic Development SPEEA Rich Plunkett mengatakan, serikat pekerja meminta Boeing untuk memperluas program PHK sukarela, dan memberikan bantuan lainnya kepada karyawan.

Menurut serikat pekerja, Boeing telah memberhentikan 1.332 insinyur dan teknisi yang berlokasi di Washington sejak Januari 2017. Lebih dari 300 insinyur dan teknisi lainnya memilih untuk mengajukan PHK secara sukarela, atau pensiun dini pada Jumat mendatang. "Pegawai mengikuti rencana yang digariskan Boeing Commercial Airplanes pada Desember 2016.

Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing secara keseluruhan dan berinvestasi pada masa depan, kami mengurangi biaya dan mencocokkan level pekerjaan dengan persyaratan bisnis dan pasar," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Pengurangan tenaga kerja termasuk manajer dan eksekutif, akan dilakukan melalui kombinasi pengurangan, meninggalkan posisi terbuka yang terisi. Program PHK sukarela dan dalam beberapa kasus, PHK paksa,” demikian pernyataan perusahaan.

Hingga akhir Maret 2017, Boeing memiliki total 146.962 pekerja, termasuk 74.196 di divisi pesawat komersia. Sementara tahun sebelumnya total pekerja mencapai 159.054, termasuk 82.127 di pesawat komersial.

Meski terjadi gejolak tenaga kerja, Boeing berhasil melakukan perdana dari seri 737, terbaru pada 13 April  2017 lalu. Pesawat itu kedua terbesar, dari 737 MAX Family. Sedangkan Tipe MAX 9 yang merupakan saudara tuanya memiliki panjang hampir sembilan kaki dibandingkan MAX 8 yang lebih kecil. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,