Mobil Terbang 'AeroMobil' Bisa Dipesan untuk Dipakai 2020

Mobil Terbang 'AeroMobil' Bisa Dipesan untuk Dipakai 2020

Mobil terbang buatan pabrikan asal Slovakia "AeroMobil" tampil di ajang "Top Marques Auto Show Monaco" 2017. (foto - Motoring Research)

Monaco - Untuk mewujudkan impian banyak orang dalam menciptakan kendaraan masa depan yang ideal perusahaan pabrikan asal Slovakia, AeroMobil telah berhasil menciptakan mobil terbang. Namun, tunggu dulu mobil itu baru dipasarkan pada 2020 mendatang.
 
Prototipe mobil terbang buatan AeroMobil tersebut tampil dipamerkan di ajang "Top Marques Auto Show Monaco" dari 20 hingga 24 April 2017. Menariknya, meski mobil terbang itu akan jatuh ke tangan konsumen pada 2020 nanti, untuk pemesanan bisa segera dilakukan.
 
"Nantinya, konsumen akan dapat menggunakan kendaraan spesial tersebut sebagai sebuah mobil reguler," kata Juraj Vaculik, Co-founder sekaligus CEO AeroMobil ketika memperkenalkan kendaraan istimewa tersebut.
 
Dalam keterangannya kepada The Week, Jumat (21/4/2017) mobil terbang itu dihargai berkisar 1,3 juta dolar AS hingga 1,6 juta dolar AS, atau setara dengan Rp 17,3 miliar hingga Rp 21,3 miliar. Harga tersebut tentunya hanya mampu disiapkan oleh orang tajir.
 
Dalam tampilannya, mobil terbang buatan  AeroMobil tersebut memang telah sukses menyedot perhatian banyak kalangan. Mobil itu dianggap sebagai kendaraan paling ideal untuk masa depan, karena dapat digunakan di jalan raya dan udara.
 
Meski kendaraan itu masih belum terungkap semua secara detail, kabarnya untuk berubah dari mode mobil menjadi pesawat terbang membutuh waktu kurang dari tiga detik. Untuk mode terbang, kendaraan itu mampu menempuh jarak hingga 692 kilometer. 
 
Sementara untuk di jalur darat, mobil tersebut dapat menempuh jarak hingga 499 km. Kemudian mengenai kecepatannya, kendaraan itu juga mampu melesat hingga 200 km/jam lewat jalur udara, dan 160 km/jam lewat jalur darat.  
 
Hanya saja, landasannya harus memiliki jarak panjang yang kosong hingga mencapai 200 meter, dan tentu saja dalam kondisi jalan yang sepi. Disebutkan, agar tidak mengganggu selama dijalankan di jalur darat, sayap AeroMobil pun bisa ditekuk. Berbeda dengan mobil terbang yang diproduksi perusahaan lain, AeroMobil melakukan lepas landas layaknya pesawat terbang, yang membutuhkan ruang atau jalan yang agak panjang.
 
Daya tampung mobil tersebut hanya untuk dua orang, dan desain kabinnya sama seperti mobil pada umumnya. Hanya saja setir didesain untuk mendukung pengoperasian di udara. Monitor di depan pengemudi tak hanya berfungsi sebagai speedometer, odometer dan lainnya, tapi juga dapat menyajikan peta. 
 
Sementara itu, Chief Communication Officer AeroMobil, Stefan Vadocz menyatakan, pengemudi juga harus memiliki lisensi pilot selain SIM. Untuk tahap pertama, AeroMobil akan diproduksi sebanyak 500 unit. Pemasarannya akan dilakukan di negara Eropa dan Amerika. (Jr.)**
.

Categories:Otomotif,
Tags:,