Pabrik Baju Ivanka di Cina Dilaporkan Melanggar Aturan

Pabrik Baju Ivanka di Cina Dilaporkan Melanggar Aturan

Butik perhiasan Ivanka di Trump Tower Manhattan Amerika Serikat. (foto - The New York Times)

Manhattan - Pabrik pembuatan baju berlabel Ivanka Trump di daratan Cina dilaporkan melakukan perlakuan yang buruk, khususnya terhadap para pekerjanya. Laporan terbaru menyebutkan, pekerja menghabiskan waktu selama 60 jam dalam sepekan dengan upah sekitar Rp 825 ribu per pekan.
 
Pabrik itu telah melanggar aturan yang ditetapkan oleh Organisasi Buruh Internasional, ketika diinspeksi pada musim gugur ini oleh Fair Labor Association, sebuah badan pengawas industri.
 
Dikutip dari People, audit yang baru dirilis itu menyelidiki pabrik dengan 80 pekerja yang memproduksi pakaian dari G-III Apparel Group, pemegang lisensi untuk pakaian merek terkenal, salah satunya Ivanka Trump. 
 
Mereka menemukan, para pekerja dibayar di bawah upah minimum Cina, dan jam kerja yang berlebihan. Para pekerja juga tidak menerima tunjangan pensiun, kesehatan atau perumahan yang diwajibkan secara hukum, dan hanya menerima cuti dibayar lima hari per tahun, dengan beberapa pengecualian.
 
Sementara rata-rata pekerja manufaktur di perkotaan memberikan bayaran kepada pekerjanya sekitar dua kali lipat lebih tinggi, dari pekerja di pabrik tersebut.
Pakaian dari label Trump mayoritas diproduksi di Cina. G-III yang bermitra dengan merek ternama seperti Calvin Klein, Donna Karan dan Karl Lagerfeld serta Ivanka Trump telah diaudit tujuh kali sejak 2007 oleh Fair Labor Association di Cina, India dan Pakistan.
 
Sejak mendapatkan posisi di pemerintahan ayahnya, Ivanka membatasi perannya dalam sejumlah label miliknya demi mengurangi konflik kepentingan. Penjualan bersih koleksi Ivanka Trump meningkat sebesar 17,9 juta dolar AS sepanjang tahun lalu, yang berakhir 31 Januari 2017. (Jr.)**
.

Categories:Fesyen,
Tags:,