Donald Trump Jadi Bahan Lawakan Jurnalis Gedung Putih

Donald Trump Jadi Bahan Lawakan Jurnalis Gedung Putih

Tradisi tahunan jamuan makan malam di kalangan wartawan koresponden Gedung Putih di Washington DC. (foto - ist)

Washington DC - Jamuan makan malam di kalangan jurnalis koresponden Gedung Putih yang juga dihadiri para tokoh politik Washington serta bintang Hollywood, merupakan salah satu tradisi tahunan di Washington DC.
 
Dalam acara itu, biasanya Presiden menjadi tamu kehormatan dan menyampaikan pidato bernada relaks serta apresiasi terhadap profesi jurnalistik. Namun, Presiden Trump yang terkenal kurang akrab dengan media AS, tidak menghadiri jamuan tahun ini. Kontan saja hal itu menjadi perbincangan "miring" di kalangan wartawan.
 
Sebelumnya, pada Sabtu lalu Donald Trump turun ke jalan untuk merayakan 100 hari pertamanya di Gedung Putih yang disambut sorak-sorai pendukungnya. Trump menyatakan kepada warga Pennsylvania, ia baru mulai memenuhi janji kampanyenya. 
 
Ia pun berulang kali menyerang media dengan sebutan "tidak mumpuni, tidak jujur". Menurutnya, media tidak memberitahukan kebenaran tentang keberhasilan pemerintahannya. "Pemerintahan saya bekerja setiap hari untuk rakyat. Kami memenuhi janji kami satu demi satu Terus terang, rakyat betul-betul senang dengan itu," kata Trump di Harrisburg, Pennsylvania, seperti dilaporkan Reuters.
 
Acara itu digelar pada hari yang sama dengan pawai iklim saat ribuan penentang Donal Trump mengepung Gedung Putih. Acara itu juga bertepatan dengan jamuan makan makan tahunan bagi media Gedung Putih di Washington.
 
Donald Trump dan stafnya memilih melewatkan acara makan malam bersama wartawan, karena apa yang ia katakan sebagai perlakuan tidak adil dari media. Trump mengatakan, ia sangat senang berada jauh dari "kubangan Washington".
 
"Sejumlah besar aktor Hollywood dan media Washington pun saling menghibur di ballroom hotel di ibukota negara kita saat ini," kata Trump. "Jika tugas media adalah jujur dan sejujurnya, media layak mendapatkan nilai rendah".
 
Donald Trump menceritakan apa yang ia katakan sebagai kunci awal prestasinya, termasuk keberhasilan mengangkat hakim Mahkamah Agung Neil Gorsuch dan menghilangkan banyak peraturan tentang lingkungan dan bisnis.
 
Ia menyebutkan persetujuannya proyek Keystone XL dan akses jaringan pipa Dakota, menghentikan pakta perdagangan Asia yang tertunda, dan meningkatkan keamanan yang menyebabkan penurunan tajam penyeberangan perbatasan ilegal di perbatasan selatan.
 
Ia mengabaikan kegagalannya untuk mencetak kemenangan legislatif besar atas janji kampanyenya yang utama, seperti mencabut dan mengganti Undang-Undang Perawatan Terjangkau dan pembangunan sebuah dinding perbatasan Meksiko. Larangan Trump kepada pengunjung dari beberapa negara muslim pun digagalkan di pengadilan.
 
Trump menyalahkan Partai Demokrat atas kegagalan legislatif sejauh ini dan mengatakan, semua janjinya akan dipenuhi. Beberapa pendukungnya di kerumunan mengatakan, mereka bersedia memberi Trump lebih banyak waktu.
 
"Saya memilihnya dan saya akan memberinya waktu setahun. Itu sudah cukup untuk membuat kongres bekerja dan menyelesaikan beberapa kesepakatan," kata Michael Casciaro (54), kontraktor sipil untuk militer. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,