Lima Pemerkosa Mahasiswi India Harus Terima Vonis Mati

Lima Pemerkosa Mahasiswi India Harus Terima Vonis Mati

Aksi mengecam pemerkosaan di India gencar dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. (foto - AFP/Getty Images)

New Delhi - Vonis hukuman mati terhadap empat anggota geng pemerkosa sekaligus pembunuhan seorang mahasiswi di Kota New Delhi, dikuatkan oleh Mahkamah Agung India. Pengadilan menjatuhi hukuman mati terhadap  Akshay Thakur, Vinay Sharma, Pawan Gupta serta Mukesh.

Selain pemerkosaan dan pembunuhan, pada tahun 2013 pengadilan juga menyatakan keempat terdakwa itu bersalah atas tindak kejahatan lainnya. antara lain pembunuhan, pelanggaran tidak wajar, berbohong, perusakan barang bukti, konspirasi, penculikan atau menculik untuk pembunuhan.

Seperti dilansir BBC Jumat (5/5/2017) Hakim R Banumathi menyebutkan, orang-orang itu melakukan "kejahatan sadis luar biasa" yang telah melukai hati masyarakat. Kejahatan seksual sekelompok pemuda itu menyebabkan kemarahan warga India, dan menjadi awal mula terbentuknya undang-undang anti-pemerkosaan.

Mahasiswi fisioterapi berusia 23 tahun misalnya, diserang di bus yang ia tumpangi bersama teman laki-lakinya. Sepulang menonton film pada Desember 2012. Tak hanya itu teman laki-lakinya pun dipukuli. Gadis korban perkosaan yang identitasnya baru diungkap sang ibu pada 2015 lalu, tewas akibat luka yang dialaminya dalam perawatan di rumah sakit 13 hari setelah kejadian.

Namun demikian, pakar hukum menyatakan masih membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum hukuman dilakukan. Sebab, keempat pelaku masih memiliki hak untuk menolak putusan Mahkamah Agung. Upaya hukum terakhir meminta grasi dari presiden.

Sebelumnya, enam orang ditangkap atas penyerangan dan pemerkosaan terhadap korban. Satu tersangka, Ram Singh, ditemukan tewas di dalam penjara pada Maret 2013 dengan cara bunuh diri.

Sementara itu, pelaku lainnya yang masih berusia 17 tahun saat kejadian dan dibebaskan pada 2015, setelah mendekam selama tiga tahun penjara. Hukuman itu merupakan angka maksimal hukuman bagi pelaku, khususnya yang masih di bawah umur. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,