Terungkap, Ada Penari Bugil di Tulungagung di Bawah Umur

Terungkap, Ada Penari Bugil di Tulungagung di Bawah Umur

Suasana saat dilakukan penggerebekan di Karaoke Yess Tulungagung Jawa Timur. (foto - Polda Jatim)

Tulungagung - Para mucikari yang menyediakan penari telanjang (bugil), ternyata menyediakan juga sejumlah perempuan di bawah umur. Hal itu terungkap, setelah polisi mengamankan 40 perempuan penari telanjang di Tulungagung dan Surabaya Jawa Timur.

"Dalam pemeriksaan, di antara penari telanjang itu ada yang masih di bawah umur," kata Direktur Kiriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Timur Kombes Agung Yudha, Jumat (5/5/2017).

Agung menjelaskan, para perempuan di bawah umur itu kini telah dikembalikan kepada anggota keluarganya. "Kalau diperlukan akan dipanggil lagi dan diperiksa ulang, untuk pengembangan penyidikan," katanya.

Dalam kasus tersebut, sedikitnya ada tiga mucikari yang diamankan. Mereka masih terus diperiksa intensif oleh penyidik di ruang unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA), dan terancam dijerat undang-undang perlindungan anak.

"Ini jelas mucikarinya langsung saja kita jerat pasal undang-undang perlindungan. Sebab, mereka menyediakan dan mempekerjakan anak yang masih di bawah umur," tegas Agung.

Seperti diketahui, polisi dari Subdit IV Renakta Polda Jawa Timur melakukan penggerebekan di dua lokasi, yang dilakukan pada Selasa malam dan Rabu dinihari. Penggerebekannya dilakukan di tempat hiburan malam berbeda, yakni di Surabaya dan Tulungagung. 

Ketika dilakukan penggerebekan, di ruang tempat karaoke ada banyak perempuan yang usianya rata-rata mulai dari 18 tahun hingga 25 tahun tengah melakukan tarian telanjang. Bahkan, ada yang berhubungan intim sesama jenis (lesbi).

Untuk bisa menyaksikan "live sek lesbi" tamu yang datang ke tempat hiburan malam itu harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 700 ribu per jam. Sedangkan, jika ingin mengajak "bermain", harus mengeluarkan kocek hingga sekitar Rp 3 juta. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,