Demo Berdarah Anti-Pemerintah Venezuela Terus Berlanjut

Demo Berdarah Anti-Pemerintah Venezuela Terus Berlanjut

Demonstrasi anti-pemerintah di Venezuela terus meluas. (foto - ist)

Caracas - Ribuan warga di Venezuela turun ke jalan menggelar aksi protes, menuding Presiden Nicolas Maduro sebagai diktator dan menuntut diselenggarakan pemilu secepatnya. Demonstrasi anti-pemerintah di salah satu negeri penghasil minyak dunia itu, berubah jadi mematikan. 

Seorang demonstran tewas setelah sebutir peluru bersarang di kepalanya. Hecder Lugo (20) tewas ditembak di kota industri Valencia, yang menjadi lokasi berlangsungnya protes besar-besaran yang diwarnai penjarahan.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (6/5/2017) menurut walikota yang mendukung pihak oposisi, Enzo Scarano korban terluka dalam bentrokan antara pendemo dan aparat, Kamis waktu setempat. Sehari berselang, Lugo meninggal dunia. Sudah 37 korban jiwa yang jatuh di tengah gerakan antipemerintah, yang sudah berlangsung sebulan lamanya, sedangkan 717 orang mengalami cedera.

Aparat juga menahan ratusan orang terkait merebaknya demo yang terus meluas di Venezuela. Namun demikian, sebagian sudah dibebaskan, sedangkan 152 orang lainnya masih meringkuk di balik tahanan.

Sementara itu, di negara bagian Zulia yang kaya minyak, seorang pemuda merusak patung mantan pemimpin negara, Hugo Chavez. Aksinya itu direkam dalam bentuk video yang kemudian menyebar luas di media sosial sejak Jumat pagi.

Rekaman menunjukkan, patung yang menggambarkan Chavez tengahmemberikan salam -- ditumbangkan di tengah sorakan massa di sebuah alun-alun. Patung itu kemudian dipecahkan ke lantai trotoar diiringi sumpah serapah pada pemimpin yang meninggal dunia akibat kanker pada 2013 lalu.

"Mahasiswa merusak patuh Chavez. Massa menudingnya sebagai perusak masa depan mereka," kata politikus oposisi, Carlos Valero. Oposisi Venezuela yang kini menikmati dukungan mayoritas, sebelumnya dibayang-bayangi partai sosialis yang berkuasa sejak kemenangan Chavez dalam pemilu 1998.

Mereka menuding penggantinya, Maduro telah menjelma menjadi seorang diktator dan menghancurkan perekonomian negara. Pihak oposisi Venezuela berjanji akan terus mengerahkan massa turun ke jalan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,