Persib Jaga Tren Positif Rekor Tidak Terkalahkan di Kandang

Persib Jaga Tren Positif Rekor Tidak Terkalahkan di Kandang

Dajnur sebut akan memberikan kesempatan kepada Michael Essien untuk bermain lebih lama. (foto - Twitter)

Bandung - Persib Bandung menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan bermain di kandang. Bahkan, sejak pertengahan 2015 Persib tak pernah kalah di kandang. Terakhir kali Persib kalah di kandang ketika dihjar Kitchee SC, di babak 16 Besar Piala AFC 27 Mei 2015 lalu.

Namun, rekor tersebut akan mendapatkan ancaman dari Persipura Jayapura yang bertamu ke Bandung, untuk berduel dengan Persib di laga pekan ke-5, Minggu (7/5/2017). Selain untuk menjaga kehormatan di kandang, kemenangan wajib diraih demi menjaga eksistensi di papan atas klasemen Liga 1.

"Di kandang kami punya rekor bagus, tidak pernah kalah. Itu rekor membanggakan yang harus dijaga. Apalagi setelah Perseru Serui kalah di kandangnya, hanya kami yang belum kalah di kandang. Di hadapan bobotoh, kemenangan adalah wajib," sebut Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.

Tak hanya itu, Djanur menilai kemenangan sangat krusial untuk menjaga eksistensi di papan atas klasemen. Selisih poin di antara penghuni papan atas klasemen cukup rapat, sehingga persaingan untuk menguasai puncak klasemen juga terbilang ketat.

"Memasuki pekan kelima ini, persaingan di papan atas klasemen memang cukup ketat dan sudah kelihatan siapa pesaing kuat, termasuk Persipura. Dengan demikian, kemenangan akan penting dalam persaingan merebut gelar. Apalagi ini format kompetisi penuh. Setiap poin akan sangat krusial," katanya.

Sejauh ini, Persib punya bekal bagus untuk menjamu Persipura. Selain suntikan mental berkat kemenangan dramatis atas tuan rumah Persegres Gresik United, Persib juga belakangan sukses mengubah riwayat pertemuan dengan Mutiara Hitam. 

Dalam dua bentrokan terakhir, Persib selalu mampu mengalahkan Persipura baik di kandang maupun saat berkunjung ke Jayapura. Namun memang performa Persib di Liga 1 belum stabil. Selain itu, komposisi pemain Persib bermasalah, karena harus kehilangan dua pemain muda andalannya, yakni Febri Hariyadi dan Gian Zola yang dipanggil Timnas U-22.

"Performa pun masih naik turun. Di Gresik, kami sangat menurun, meski akhirnya bisa menang. Soal komposisi juga masih terus diutak-atik. Selain Febri dan Zola tidak ada, beberapa pemain belum siap turun 90 menit penuh. Sebut saja Billy, Michael Essien dan Carlton Cole," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Persib,
Tags:,