Nasib Carlton Cole di Tim Persib Berada di Ujung Tanduk

Nasib Carlton Cole di Tim Persib Berada di Ujung Tanduk

Spanduk "Djanur, if ?Cole playing, without goal his failed" terpampang di Stadion GBLA Bandung. (foto - ist)

Bandung - Menyandang rapor merah dalam tiga penampilan, nasib penyerang Persib Bandung Carlton Cole kini berada di ujung tanduk. Laga kontra Persipura bisa jadi merupakan aksi pamungkas bagi Cole bersama Maung Bandung.

Manajemen Persib pun tampaknya bakal segera menentukan kelanjutan kerja sama dengan penyerang asal Inggris itu. Jika akhirnya Cole benar-benar dilepas, hal itu bakal menjadi peringatan juga bagi manajemen Persib.

Jangan sampai terkesan orientasi dalam perekrutan bekas pemain bintang, sekadar mengedepankan popularitas dan kepentingan bisnis. Namun, yang lebih utama yakni mendongkrak performa dan prestasi bagi tim Persib.

Melihat kemampuannya sebagai penyerang tunggal, memang di bawah standar ekspektasi yang diinginkan Persib. Berbanding terbalik dengan sesumbarnya kala pertama kali diperkenalkan sebagai penyerang baru Persib.

Ketika itu, sempat menumbuhkan rasa optimistis di kalangan bobotoh. Cole dengan lantang dan percaya diri menyatakan target golnya untuk Persib pada Liga 1 2017, paling tidak  20 gol semusim. Striker berpaspor Inggris itu juga meminta diberi waktu dua pekan untuk beradaptasi, agar siap diturunkan secara penuh pada setiap pertandingan Persib dan mencetak banyak gol.

Empat puluih hari sudah janji manis itu diucapkan, tetapi sama sekali tidak ada kesan jika pemain yang berstatus bekas bintang internasional itu bakal menjadi figur vital di lini penyerangan Persib. Bahkan, performanya memprihatinkan.

Apalagi jika dibandingkan dengan sejumlah pemain impor berstatus marquee player milik klub-klub lain, yang tampil di Liga 1. Hingga laga pekan ke-5 yang sudah dilakoni Persib, Cole hanya dimainkan tiga kali. Itu pun tak pernah secara penuh. 

Pada dua laga awal kontra Arema dan PS TNI, ia tampil sebagai pemain pengganti pada pertengahan babak kedua. Kondisi fisik buruk dan performanya jelek, membuat Cole betah di bangku cadangan di laga kontra Sriwijaya FC dan Persegres Gresik United. 

Baru pada laga kelima saat menjamu Persipura Jayapura, Cole diberi jatah bermain sejak awal sebelum akhirnya ditarik pada awal babak pertama. Statistik tak bisa berbohong. Peforma eks striker West Ham United itu memang benar-benar memprihatinkan. 

Tiga kali bermain dengan durasi total 105 menit, Cole tak menunjukkan sisa-sisa jejaknya sebagai seorang predator di lini pertahanan lawan. Jangankan bikin gol, ia bahkan tak pernah sekalipun melepas ancaman ke arah gawang lawan. 

Tampak jelas, peforma saat melawan Persipura, jika Cole memang "bermasalah". Pergerakannya lamban, selalu kalah duel lari, membuat sejumlah umpan daerah mubazir, lemah dalam menguasai bola hingga mudah direbut lawan, dan tak sekalipun membahayakan pertahanan Persipura.

pelatih Persib Djadjang Nurdjaman pun tampaknya sudah kehabisan kata-kata, untuk memberikan alasan dan menggambarkan kekecewaa pada Cole. "Awalnya saya tidak akan menurunkan Cole. Tapi banyak yang meminta agar dia dimainkan. Akhirnya dicoba agar semua tahu kenapa dia sebelumnya tidak dimainkan," ungkap Djanur. (Jr.)**

.

Categories:Persib,
Tags:,