Warga Bandung Antusias Lihat 'Asian African Carnival 2017'

Warga Bandung Antusias Lihat 'Asian African Carnival 2017'

Warga Bandung memadati Jalan Asia Afrika untuk menyaksikan Parade Asia Afrika dalam acara "Asian African Carnival 2017", Sabtu 13 Mei 2017. (foto - Twitter)

Bandung - Ribuan warga Bandung memadati kawasan Jalan Asia Afrika, untuk menyaksikan Parade Asia Afrika dalam acara "Asian African Carnival 2017", Sabtu (13/5/2017).

Sejumlah gelaran mewarnai pelaksanaan peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 2017 tersebut. Mulai dari pertunjukan budaya, musik hingga kuliner yang digelar di sekitar Jalan Asia Afrika dan Balaikota Bandung.

Peringatan pun diawali dengan Parade Asia Afrika berupa Pawai Asia Afrika dan Pawai Budaya Keraton Nusantara pukul 11.00-17.00 WIB di Jalan Asia Afrika. Pawai dimulai dari Titik Nol Kilometer dan berakhir di Jalan Cikapundung Barat. Acara Dasa Sila Bandung Rendezvous, berupa pameran, kuliner, jejaring budaya Asia Afrika di Balaikota Bandung.

Selain itu di Balaikota, pukul 19.00-22.00 WIB juga ditampilkan acara Music Mandala Paintings oleh Andra Semesta, pertunjukan musik oleh West Java Syndicate, Movie Screening dan Talkshow bersama Mateo Marziano Graziano. Acara itu akan diisi bintang tamu Raisa. 

Peringatan KAA 2017 yang diikuti oleh 27 negara tersebut, kembali menjadi perhatian dunia. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Kania Dewi menyatakan, peringatan KAA ke-62 kali ini berbeda dari peringatan KAA sebelumnya.

Selain kepala negara dari negara-negara Asia Afrika yang hadir sebagai tamu kehormatan mancanegara, Bandung juga akan kedatangan pemimpin keraton se-Indonesia. Mereka tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara, untuk melaksanakan kegiatan musyawarah agung keraton 2017.

Kenny, sapaan akrabnya menyebutkan, semangat dan jiwa dasasila Bandung demi mewartakan nilai dan pesan kebaikan itulah yang menjadi poin penting, yang dihadirkan pada peringatan Konfrensi Asia Afrika ke-62 tersebut.

Dengan mengambil tema "Celebrating Culture, Celebrating Differences" peringatan kali ini bertujuan menyerukan perbedaan budaya maupun adat istiadat bukan hal yang penting untuk diperdebatkan. Sebaliknya, hal itu harus menjadikan kita bersatu, sehingga keberagaman ini akan menjadi sesuatu hal yang mempererat hubungan antar-negara. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,