Polisi Punya Argumen, Dosen ITB Tewas Diduga Bunuh Diri

Polisi Punya Argumen, Dosen ITB Tewas Diduga Bunuh Diri

Suryo Utomo. (foto - Facebook)

Bandung - Meninggalnya salah seorang dosen SBM ITB, Suryo Utomo (30) yang jasadnya ditemukan di Waduk Cirata, Ciranjang Kabupaten Cianjur, pihak kepolisian menyatakan ada saksi yang mengetahui korban membeli cutter di salah satu minimarket di kawasan Ciranjang.

"Hal itu memang sebagai indikasi awal, dia (diduga) menggaret nadinya pakai cutter," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus Senin (15/5/2017).

Menurut Yusri, keterangan yang berhubungan dengan korban membeli cutter ada hubunganya dengan hasil otopsi luar. Berdasarkan otopsi luar tersebut korban memang tewas bunuh diri. 

"Indikasi tersebut diperkuat dengan adanya temuan pada otopsi luar, yakni adanya bekas luka di tangan korban,  ada goresan pada nadinya," tegas Yusri. 

Namun demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi dalam yang masih dilakukan oleh dokter forensik. Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti mengenai penyebab kematian korban.

Seperti diketahui, jasad Dosen Muda di School of Busines and Management (SBM) ITB itu ditemukan mengambang di waduk Cirata, Ciranjang Kabupaten Cianjur, sekitar 15 Km dari penemuan kendaraan mobil yang ditinggalkannya di kawasan Ciranjang. 

Ketika ditemukan, Suryo mengenakan celana dalam dan kaos hitam bergambar cangkir dengan tulisan 'Djogja'. Terdapat pula luka di bagian kepala, pada jasad Suryo‎, polisi berasumsi jika luka tersebut diakibatkan benturan. 

"Benturan kepala tak teratur seperti sengaja membenturkan kepalanya atau jatuh terbentur batu, kalau luka bakar itu karena matahari," katanya. 

‎Meski demikian, untuk mengetahui penyebab pastinya saat ini Polisi masih menunggu otopsi dalam yang dilakukan dokter forensik.  "Kita masih menunggu otopsi dalam sekitar lima hari. Apakah nadi terputus atau kepala terbentur nanti dokter forensik yang menentukan," kata Yusri. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,