575 Lapak Pedagang Pasar Legi Songgolangit Tinggal Puing

 575 Lapak Pedagang Pasar Legi Songgolangit Tinggal Puing

Pasar Legi Songgolangit di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang kini tinggal puing. (foto - ist)

Ponorogo - Sedikitnya 575 dari keseluruhan 1.103 lapak pedagang di Pasar Legi Songgolangit Kabupaten Ponorogo Jawa Timur hangus, dalam peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan lebih dari separo struktur bangunan sentra perekonomian rakyat itu, Minggu malam.

"Data yang kami himpun, yang terkena itu di bagian selatan di dua lantai. Bawah 241 lapak, atas 334 lapak," kata Kepala Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Ponorogo Sigit Pramono di Ponorogo, Senin (15/5/2017).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Beberapa pedagang mengaku mengalami kerugian rata-rata di atas Rp 100 juta. Bahkan hingga di atas satu miliar akibat stok dagangannya ikut terbakar.

"Paling besar dialami oleh pedagang plastik, kain atau konveksi serta sembako yang rata-rata menempati los di lantai dua (atas)," kata Tjatur, Staf Humas Pemkab Ponorogo bidang pengaduan masyarakat.

Hingga Senin siang, seluruh aktivitas dan operasional di dalam kompleks pasar besar Songgolangit dihentikan. Para pedagang hanya diperbolehkan menunggu di luar garis polisi, dengan di bawah pengawasan dan pengamanan aparat keamanan gabungan dari kepolisian, TNI serta Linmas.

Sementara BPBD Ponorogo bersama Dinas Industri Perdagangan dan Koperasi serta aparat kepolisian dan TNI, sempat melakukan pertemuan dengan ratusan pedagang yang menjadi korban. Mereka terdampak langsung atas kebakaran Pasar Songgolangit, guna mendapat masukan atau serap aspirasi.

Namun mayoritas pedagang menginginkan tetap berdagang di Pasar Songgolangit dan tidak mau direlokasi, seperti wacana kebijakan yang disampaikan Kepala BPBD Ponorogo Sumani maupun Kepala Dinas Indakop Ponorogo Andin Andanawarih. "Masukan dan aspirasi bapak/ibu sekalian kami tampung dan akan disampaikan ke bupati," kata Kepala BPBD Ponorogo Sumani.

Sebelumnya, pihak pemkab maupun DPRD Ponorogo santer mewacanakan relokasi seluruh pedagang ke titik lokasi yang akan dibangun pasar tradisional darurat, pengganti Pasar Songgolangit yang ludes terbakar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Sunarto mengatakan, relokasi menjadi opsi yang harus dilakukan demi pertimbangan keamanan, sekaligus keberlangsungan roda perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pedagang yang terdampak.

Namun, senada dengan aspirasi pedagang, Sunarto dan beberapa anggota Komisi B berpendapat relokasi sebaiknya tidak terlalu jauh dari titik pasar Songgolangit. "Jika tidak memungkinkan direlokasi dalam satu tempat, bisa dengan sistem blok dan zonasi. Namun sebaiknya dipilih lokasi yang tak terlalu jauh," katanya.

Bahkan hingga Senin pagi, petugas PMK dibantu aparat keamanan dan tim BPBD masih terus bersiaga dan melakukan pembasahan, di sejumlah blok di lantai satu dan dua yang masih terus mengepulkan asap. Bagian terparah adalah lantai dua bagian selatan. Seluruh kios dan barang dangan ludes dilalap api. 

Sedangkan untuk lantai satu bagian selatan masih ada yang bisa diselamatkan, yaitu di kios sebelah barat atau yang menghadap ke Jalan Soekarno-Hatta. Dugaan sementara, api berasal dari warung di lantai dua bagian selatan pasar. Namun ada dugaan lain, yaitu korsleting atau hubungan pendek arus listrik. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,