Warga Iran Berpesta Rayakan Kemenangan Hassan Rouhani

Warga Iran Berpesta Rayakan Kemenangan Hassan Rouhani

Warga Iran berpesta merayakan kemenangan Hassan Rouhani. (foto - The Guardian)

Teheran - Warga Iran turun ke jalan di Ibukota Teheran, untuk merayakan terpilihnya kembalipolitikus moderat Hassan Rouhani sebagai presiden, Rouhani berhasil mengalahkan Ebrahim Raisi, setelah hasil pemilu diumumkan secara resmi pada Sabtu waktu setempat.

Sejumlah pengemudi perempuan mengeluarkan tangannya dari kaca jendela kendaraan mereka dan memberikan simbol huruf V, yang artinya victory atau kemenangan. "Saya merasa telah melakukan sesuatu yang besar. Saya memberikan suara untuk masa depan negara. Saya bahagia, karena tidak akan ada perang dan kekhawatiran keamanan," kata Sarah Hassan (32 tahun).

Dilaporkan Daily Mail, Minggu (21/5/2017) pendukung Rouhani lainnya banyak yang menyalakan kembang api dan menyanyikan lagu, untuk menghormati Perdana Menteri reformis Mir-Hossein Mousavi. Mereka pun memakai pita warna ungu dan hijau untuk mendukung para pemimpin oposisi yang berada di bawah tahanan rumah.

Rouhani mengatakan, terpilihnya kembali sebagai presiden menunjukkan rakyatnya saat ini sedang mencari kedamaian. Sebab, ia selalu mencari jalan hidup yang berdampingan dan berinteraksi baik dengan dunia. "Hari ini, Iran berdiri lebih tinggi daripada sebelumnya dan siap memperluas hubungannya dengan dunia, berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan nasional. Hari ini, dunia tahu, orang-orang Iran telah memilih jalan interaksi dengan dunia yang jauh dari ekstremisme dan kekerasan," kata Rouhani dalam pidato kemenangannya.

Menurutnya, Iran tidak lagi menerima penghinaan dan ancaman. Ini pesan terpenting yang diharapkan dapat didengar oleh semua pihak, terutama oleh kekuatan dunia. Rouhani yang masih berkuasa di Iran, memastikan kemenangannya sebesar 57 persen, atau mendekati 23 juta suara dari 40 juta suara yang masuk. 

Ia unggul atas penantang utamanya, mantan jaksa Ebrahim Raisi yang mendapatkan 38,5 persen atau 15,7 juta suara. Pemilu yang diadakan pada Jumat itu secara luas dilihat sebagai referendum untuk mendorong Rouhani menciptakan kebebasan yang lebih besar di dalam negeri dan menjangkau dunia yang lebih luas. Dorongan itu memuncak dalam penyelesaian kesepakatan nuklir 2015.

Kesepakatan nuklir itu membuat Iran mendapatkan keringanan sanksi internasional, dengan syarat harus membatasi program nuklirnya. Namun Iran terus mengalami tingkat pengangguran yang tinggi dan kelangkaan investasi asing, sehingga Rouhani harus menunjukkan dapat berbuat lebih banyak untuk mengubah perekonomian yang lesu.

Meski dianggap moderat menurut standar Iran, Rouhani pilihan favorit bagi mereka yang mencari reformasi liberal di Republik Islam konservatif. Ia merangkul peran reformis selama kampanye dan secara terbuka mengkritik garis keras dan Garda Revolusi Iran, kekuatan paramiliter yang terlibat dalam perang melawan ISIS di Suriah dan Irak.

Pemimpin negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Rouhani, yakni Presiden Suriah Bashar al-Assad yang pemerintahannya didukung penuh oleh Iran. Assad mengucapkan selamat untuk kepercayaan yang diberikan warga Iran kepada Rouhani, untuk terus mendorong eksistensi Iran di wilayah dan dunia. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,