Penahanan Didin 'si Pencari Cacing' Ditangguhkan

Penahanan Didin 'si Pencari Cacing' Ditangguhkan

Didin keluar dari tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Senin 22 Mei 2017 petang. (foto - ist)

Cianjur - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur akhirnya menangguhkan penahanan Didin si pencari cacing hutan. Ia sebelumnya dijebloskan ke tahanan oleh polisi hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), yang dijerat UU Kehutanan.

"Alhamdulilah Gusti doa saya terkabul, meski proses hukumnya tetap berjalan, bapak bisa kembali kumpul bareng keluarga," kata Ela Nurhayati (43), istri Didin di halaman kantor Kejari Cianjur seraya menitikkan air mata bahagia, Senin (22/5/2017) petang.

Berdasarkan pengakuan Ela, kebahagiannya itu berlipat ganda karena keinginannya untuk bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan bersama sang suami terkabul. "Tiap waktu saya memohon yang terbaik untuk suami saya. Mudah-mudahan penangguhan penahanan ini menjadi awal yang baik bagi suami saya," katanya.

Didin sendiri mengaku haru bisa menghirup udara bebas setelah 58 hari meringkuk di sel tahanan Polres Cianjur. Ia mengaku ingin segera pulang ke rumah untuk menemui kedua anaknya. "Saya lelah ingin istirahat, ingin ketemu sama anak-anak," katanya.

Ia mengaku kapok mencari cacing, ia hanya ingin fokus berdagang jagung bakar yang menjadi aktivitas kesehariannya selama ini. Ia juga menegaskan kembali jika mencari cacing bukan lahan pekerjaan utamanya. "Saya hanya ingin segera dagang lagi untuk mencari nafkah buat keluarga," tegas Didin.

Didin didampingi sang istri, tim kuasa hukum, ketua RT dan sejumlah kerabat dan tetangga berpamitan dan bergegas memasuki kendaraan angkutan umum carteran, untuk langsung pulang ke rumahnya di Kampung Rarahan Desa Cimacan Kecamatan Cimacan Kabupaten Cianjur. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,