Kedatangan Donald Trump di Belgia Disambut Aksi Protes

Kedatangan Donald Trump di Belgia Disambut Aksi Protes

Kedatangan Donald Trump di Belgia disambut aksi protes warga Brussels. (foto - NBCNews)

Brussels - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melanjutkan lawatan perdananya ke Brussels, Belgia, usai bertemu Paus Fransiskus di Vatikan. Di Brussels ia dijadwalkan akan bertemu dengan para anggota NATO. Ia juga akan adakan pertemuan dengan pejabat Uni Eropa.
 
Seperti dilansir BBC, Kamis (25/5/2017) sesaat setelah mendarat di Brussels, Trump bertemu dengan raja dan ratu Belgia. Sementara unjuk rasa menentang kedatangannya pecah di pusat Kota Brussels.
 
Sebelumnya, Trump dalam beberapa kesempatan mengkritik NATO. Ia kesal karena negara anggota NATO menggelontorkan dana pertahanan lebih sedikit dari yang disepakati, yakni dua persen dari pendapatan nasional mereka.
 
Jelang pertemuan Trump dengan NATO, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan, Trump berniat untuk membujuk anggota NATO memenuhi kewajiban mereka. "Saya rasa Anda dapat bayangkan presiden bersikap keras kepada mereka dan mengatakan, 'Kami telah melakukan banyak hal. Rakyat Amerika melakukan banyak demi keamanan Anda, keamanan bersama. Anda harus memastikan bahwa Anda melakukan hal yang sama demi keamanan Anda sendiri'," sebut Tillerson.
 
"Itu akan menjadi inti pesan kepada NATO," katanya. Mantan CEO Exxon Mobil itu menjelaskan, hingga saat ini Trump belum membuat keputusan soal perubahan iklim yang tertuang dalam kesepakatan Paris 2015. Apakah akan membatalkannya atau sebaliknya.
 
Kabar beredar menyebutkan, dalam pertemuan puncak NATO, Jerman dan Perancis akan menyetujui rencana AS agar Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu, mengambil peran lebih besar dalam perang melawan ekstremisme, terutama ISIS. Trump pun telah bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam sebuah jamuan makan siang.
 
Setelah bertemu dengan Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatikan, Trump berkicau di media sosial Twitter, kini ia "lebih bertekad dari sebelumnya" untuk mewujudkan perdamaian dunia. Tatap muka Trump dan Paus Fransiskus sangat dinantikan, mengingat dua tokoh berpengaruh di muka bumi itu sempat saling adu argumen secara tidak langsung.
 
Semasa Pilpres AS, Trump pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait NATO. Ia menyebutkan, kerja sama pertahanan itu sudah usang dan menyoroti besarnya dana yang harus dikeluarkan AS untuk membiayai NATO. Terlepas dari ketidakpastian sikap Trump terkait NATO, pakta itu sendiri digambarkan berada dalam "kondisi yang cukup sehat".
 
Sejumlah misi dikabarkan sudah berjalan, termasuk di antaranya pengiriman beberapa unit militer jumlah kecil ke sisi timur Eropa untuk "menenangkan" negara-negara Baltik dan Polandia, yang khawatir dengan invasi Rusia pascapencaplokan Krimea.
 
Meski demikian, pertanyaan besar masih bergelayut di benar para petinggi NATO. Meski di permukaan pakta pertahanan itu terlihat baik-baik saja, ada perhatian khusus terkait anggaran dan sejumlah tantangan keamanan baru. Trump bertolak ke Eropa setelah sebelumnya mengunjungi Arab Saudi, Israel dan Palestina.
 
Di hadapan para pemimpin negara muslim Riyadh, Trump mengajak untuk memerangi teroris. Presiden ke-45 AS itu akan mengakhiri lawatan perdananya di Sisilia, Italia pada Jumat waktu setempat yang dijadwalkan akan menghadiri KTT G7. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,