Hirup Udara Bebas Ratu Mariyuana Itu Langsung Didepotasi

Hirup Udara Bebas Ratu Mariyuana Itu Langsung Didepotasi

Hirup Udara Bebas, 'Ratu Mariyuana' Langsung Didepotasi. (foto - Popsugar)

Kuta - Setelah selama 12 tahun berada di Indonesia, mantan narapidana kasus narkotika asal Australia Schapelle Corby akhirnya kembali ke negara asalnya. Corby pun menghabiskan sepekan terakhirnya di sebuah vila dekat pantai Kuta, dan rencananya Corby meninggalkan Bali Sabtu (27/5/2017) tengah malam.

Corby akan ditemani beberapa pengawal serta kakaknya Mercedes. Saat ini rumah tempat Corby tinggal di Bali pun berada dalam kawalan ketat. "Polisi menjaga rumah Corby sesuatu yang normal, banyak orang di sekitar situ," kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali Ida Bagus Ketut Adnyana.

Sebelumnya, Corby mengaku khawatir dan takut menjelang deportasi dirinya ke Australia. Perempuan kelahiran 10 Juli 1977 tak siap menghadapi perhatian media di dalam negeri dan juga di Negeri Kanguru. Hal itu diungkapkan salah satu pejabat Lapas, Surung Pasaribu.

Ia sempat menemui Corby setelah kakaknya Mercedes memberitahu adiknya itu kurang sehat. "Kakak Corby mengatakan kepada kami, Corby takut keluar rumah," kata Surung, seperti dilansir ABC News. "Dia stres, semakin parah," tambahnya.

Menurut Surung, ia bertugas untuk memantaunya. Bahkan saudara perempuannya mengatakan, Corby sangat takut bertemu dengan orang lain. Corby sedang berbaring dengan wajah tersembunyi di balik sarung saat dia datang ke vila itu. "Ia bilang 'Saya sangat takut'," kata Surung. "Hanya itu yang dia sampaikan ke saya. 'Saya takut bertemu banyak orang termasuk orang-orang media'," katanya.

Schapelle Leigh Corby dilahirkan pada 10 Juli 1977 di Gold Coast, kota di pinggiran Queensland Australia. Ia terlahir dari pasangan Michael Corby dan Rosleigh Rose. Sang ayah bekerja sebagai pekerja tambang batubara, sedangkan ibunya punya toko ikan. Ia terpisah dengan kedua orangtuanya sejak kecil.

Corby melakukan perjalanan dari Brisbane ke Bali pada 8 Oktober 2004. Sebelum ke Bali, ia transit dulu di Sydney. Persinggahan Corby ke Bali merupakan yang pertama setelah 4 tahun tak berkunjung. Saat itulah ia dibekuk petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai Denpasar. Petugas juga menyita 4,2 kilogram ganja dari dalam tasnya.

Corby membantah keras barang haram itu miliknya. Ia mengaku barang itu dimasukkan orang lain, tapi petugas tak percaya. Ia tetap digelandang dan diadili. Pada 2005, Corby mulai diadili. Pada 21 April 2005, jaksa menuntutnya hukuman seumur hidup.

Dengan berurai air mata, Corby membacakan pembelaan pada 25 April 2005. Akhirnya, vonis 20 tahun dijatuhkan pada 27 Mei 2005. Akibat kasus yang menimpanya, Corby akhirnya dikenal luas publik di Indonesia dan Australia sebagai Ratu Mariyuana.

Namun keberuntungan kembali menghinggapi Corby. Potongan hukuman diberikan. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberinya grasi alias potongan masa hukuman selama 5 tahun. Kini, Corby dibebaskan, meski bersyarat. Dari hukuman 20 tahun, Corby hanya butuh 9 tahun untuk melewatkannya di dalam penjara. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,