OJK Terima Nama Pengurus Bank Maluku

OJK Terima Nama Pengurus Bank Maluku

OJK Terima Nama Pengurus Bank Maluku

Ambon - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Laksono Dwionggo menyatakan pihaknya telah menerima berkas pengajuan nama-nama calon pengurus PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku (BPDM).
 
"Kami telah menerima berkas pengajuan nama-nama calon pengurus Bank Maluku yakni calon komisaris utama, calon komisaris, calon direktur utama dan calon direktur," katanya di Ambon.
 
Menurut dia, nama-nama calon pimpinan Bank Maluku yang diajukan tersebut akan teliti secara ketat terutama berkas administrasi mereka. Kalau administrasinya sudah lengkap akan dilakukan wawancara dan hasilnya diumumkan terbuka.
 
"Sesuai ketentuan, materi wawancara meliputi dua hal yakni integritas dan kompetensi. Integritas para calon dinilai secara objektif. Kemudian kompetensi mereka juga diteliti dengan ketat terutama latar belakang pendidikan, pengalaman, visi-misi dan kemampuan untuk memecahkan masalah perbankan," ungkap Laksono.
 
Ketika ditanya siapa saja nama para calon pengurus Bank Maluku yang telah diajukan itu, Laksono enggan membeberkan nama mereka. "Kami belum bisa membocorkan nama-nama mereka," katanya.
 
Ia menegaskan pihaknya tidak akan dipengaruhi oleh unsur-unsur faktor politik atau unsur kepentingan lainnya dalam menentukan hasil wawancara para calon pengurus Bank Maluku.
 
"Kami tetap bersikap netral dan sangat tergantung kepribadian dari masing-masing calon, karena kalau ada yang tidak berkualitas kami tolak dan dinyatakan tidak lulus wawancara," ujarnya.
 
"Kami ingin nama-nama calon yang diajukan tersebut dapat memenuhi kriteria yang kami sudah sampaikan tetapi itu menjadi kewenangan pemegang saham. Kami juga berharap pengurus definitif Bank Maluku segera terbentuk," katanya.
 
Laksono mengatakan pihaknya tetap memberikan dukungan kepada mereka yang duduk dalam pengurus bank daerah ini, yang dinilai mampu mengembangkannya ke depan sesuai dengan integritas dan kompetensi yang mereka miliki.
 
Ditambahkannya, materi wawancara nanti akan disampaikan oleh tiga orang pakar perbankan dan satu orang dari bidang pengawasan perbankan.
 
"Wawancara akan dilakukan se-objektif mungkin dan selama wawancara akan direkam, sehingga kalau terjadi ada masalah tinggal kami buka kembali rekaman itu. Karena kami tidak mau mengambil risiko, sebab dulu pengalaman, ada orang meninggal saat diwawancara dan untungnya ada rekaman, kalau tidak kami diproses hukum," ungkap Laksono. (AY)
.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,