OJK Berikan Opsi Kepada Bank NTB

OJK Berikan Opsi Kepada Bank NTB

OJK Berikan Opsi Kepada Bank NTB

Mataram - Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Nusa Tenggara Barat memberikan beberapa opsi kepada PT Bank NTB dalam rangka memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun agar bisa masuk kategori bank umum kegiatan usaha dua.
 
"Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan PT Bank NTB untuk bisa mencapai kategori bank umum kegiatan usaha (Buku) dua," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusri di Mataram.
 
Opsi yang ditawarkan, kata dia, yakni melakukan "Initial Public Offering" (IPO) atau penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Langkah ini bisa dilakukan jika sudah memenuhi syarat-syarat teknis.
 
Selain itu, mencari investor lain, seperti perbankan lain. Langkah ini bisa dilakukan jika pemegang saham bersedia membagi keuntungan.
 
PT Bank NTB, lanjut Yusri, juga bisa melakukan merger dengan bank umum lainnya dengan konsekuensi harus berbagai laba perusahaan.
 
Opsi lainnya berupa akuisisi atau pembelian oleh pemegang saham yang ada saat ini.
 
"Kami berharap para pemegang saham yang terdiri atas Pemerintah Provinsi NTB dan 10 kabupaten/kota di NTB, yang lebih berperan dalam memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun," ujarnya.
 
Menurut dia, PT Bank NTB diwajibkan bisa memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun hingga 2016 agar bisa masuk kategori Buku 2, sehingga bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih luas.
 
Saat ini, PT Bank NTB hanya bisa menghimpun dana pihak ketiga dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit karena masih dalam kategori Buku satu.
 
"Skala bisnis PT Bank NTB saat ini sangat terbatas. Kalau sudah masuk Buku dua, bisa jadi bank devisa, bisa jadi agen penjualan reksadana, transaksi valuta asing, internet banking. Kalau itu semua sudah digarap tentu berdampak terhadap laba perusahaan," ucap Yusri.
 
Yusri optimis PT Bank NTB akan mampu memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun karena para pemegang sahamnya sudah berkomitmen untuk tidak mengambil dividen mulai 2013 hingga 2016 mendatang.
 
Saat ini, total modal inti yang sudah dimiliki PT Bank NTB mencapai Rp622 miliar, dan ditargetkan bertambah menjadi Rp780 miliar hingga akhir 2014 dengan adanya tambahan dana dari dividen tahun 2013 senilai Rp105 miliar yang tidak diambil seluruh pemegang saham.
 
"Seluruh pemegang saham berkomitmen tidak mengambil dividen hingga 2016, sehingga saya optimis PT Bank NTB mampu memenuhi modal inti Rp1 triliun," kata Yusri. (AY)
.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,