Terbongkar, Gudang Makanan Tak Laik Konsumsi di Cirebon

Terbongkar, Gudang Makanan Tak Laik Konsumsi di Cirebon

Waspadai makanan yang tak laik untuk dikonsumsi. (foto - ilustrasi)

Cirebon - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Cirebon dalam sepekan ini melakukan penggerebekan di empat gudang makanan tak laik konsumsi, yang dikemas ulang untuk dijual di pasaran.

Menurut Wakapolres Cirebon AKBP Wadi Sa'bani, polisi menggerebek empat gudang yang berada di Kecamatan Weru dan Kecamatan Talun. "Kami amankan empat pemilik gudang untuk dimintai keterangan. Sementara ini masih sebagai saksi," kata Wadi di Mapolres Cirebon, Minggu (4/6/2017).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, empat gudang tersebut sudah melakukan bisnis tersebut sekitar tiga tahun. Modus yang dilakukan adalah membeli makanan ringan yang tak laik konsumsi atau BS, untuk kembali diolah dan dijual ke pasaran.

"Modusnya barang BS untuk pakan ikan itu kembali dikemas dan dijual," katanya. Para pelaku biasanya mengumpulkan barang BS dari sejumlah pedagang dengan harga Rp 1.000 per kilogram. Setelah diolah kembali, barang BS itu menjadi camilan yang banyak dijual di pasar dengan harga relatif murah.

Sejauh ini, polisi masih menetapkan empat pemilik gudang sebagai saksi. Pasalnya, polisi masih memerlukan sejumlah alat bukti seperti hasil lab dan rekomendasi BPOM untuk menaikan status mereka menjadi tersangka.

Selain menyegel gudang polisi juga menyita sejumlah barang bukti ke Mapolres Cirebon seperti 5,5 ton wafer, tujuh bal makanan campuran, 10 karton makanan campur. Sementara barang bukti lain dengan jenis yang sama masih berada di gudang masing-masing karena keterbatasan tempat. "Kalau ditotal mungkin lebih dari sepuluh ton," ungkap Wadi.

Seluruh makanan yang disita polisi memang sudah tidak laik konsumsi. Beberapa makanan masih dalam kondisi utuh, namun tetap tidak laik konsumsi karena melempem dan mulai berjamur. Bahkan, tumpukan barang bukti itu menyebabkan bau apek menyengat. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,