Teror Penembakan dan Bom di Iran Menewaskan 12 Orang

Teror Penembakan dan Bom di Iran Menewaskan 12 Orang

Teror penembakan dan bom di sekitar Makam Ayatollah Khomeini Kota Teheran, Rabu 7 Juni 2017 sore. (foto - @jamaranNews)

Teheran - Sedikitnya 12 orang tewas dan 40 orang lainnya terluka, dalam serangan teror ganda di kompleks Parlemen dan Makam Ayatollah Khomeini di Kota Teheran, Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Serangan di kedua tempat itu melibatkan pelaku bersenjata dan ledakan bom.

Kelompok ISIS mengklaim bertanggungjawab atas kedua serangan teror itu. Klaim itu dikabarkan oleh firma intelijen dan terorisme berbasis di Amerika Serikat yang rutin memantau aktivitas ISIS, SITE Intelligence Group. Kelompok teror itu juga sempat mempublikasikan video propaganda, yang seakan menunjukkan aktivitas para pelaku teror saat melakukan aksinya di dalam kompleks parlemen.

Seperti dilaporkan CBSnews.com, Rabu (7/6/2017) serangan teror di parlemen terjadi ketika empat orang bersenjata senapan laras panjang menyerbu ke dalam gedung kompleks. Salah satu pelaku dilaporkan meledakkan diri di dalam gedung saat polisi mulai melakukan pengepungan.

Suara tembakan sempat terdengar dari dalam gedung Parlemen. Sejumlah aparat polisi yang didukung oleh helikopter dan penembak jitu dilaporkan mengepung gedung tersebut. Lima jam setelah laporan tersebut mencuat ke permukaan publik, media Iran mengatakan, serangan teror telah dihentikan dan para pelaku berhasil dibunuh oleh aparat. 

Sejumlah media asing sempat memberitakan adanya situasi penyanderaan di dalam gedung, namun media Iran tidak mengonfirmasi peristiwa tersebut. Serangan teror di kompleks Makam Ayatollah Khomeini terjadi beberapa saat setelah laporan serangan di gedung Parlemen mencuat.

Kedua lokasi berjarak sekitar 19 km. Peristiwa teror di kompleks Makam Ayatollah Khomeini ditandai dengan ledakan bom di perimeter luar. Ledakan itu merupakan sebuah bom bunuh diri. 

Selain itu, pelaku kedua dilumpuhkan oleh pasukan keamanan. Sejumlah pengunjung makam dilaporkan terluka. Sejauh ini, belum dapat dikonfirmasi apakah keempat pelaku benar-benar memiliki afiliasi dengan ISIS. Sejumlah media juga masih terus melakukan verifikasi, konfirmasi, dan memperbarui kabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Darurat Iran, Pir Hossein Kolivand mengatakan, jumlah korban yang terluka akibat aksi serangan bersenjata itu mencapai 40 orang. Serangan itu terjadi saat empat orang bersenjata memasuki gedung Parlemen.

Mereka bersenjatakan pistol dan dua senapan berjenis AK-47. Seorang pelaku dikabarkan mengenakan rompi bermuatan bom yang dikabarkan telah meledakkan diri. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,