Maskapai Maroko Batalkan Penerbangan ke Qatar

Maskapai Maroko Batalkan Penerbangan ke Qatar

Maskapai Maroko Batalkan Penerbangan ke Qatar. (foto - ist)

Rabat - Dunia penerbangan Maroko ternyata terpengaruh juga oleh Krisis Teluk. Royal Air Maroc menyatakan, Rabu waktu setempat telah membatalkan penerbangan ke UEA, Arab Saudi, Yaman dan Mesir melalui Doha, Ibukota Qatar. Langkah itu dilakukan, setelah terjadi pemutusan hubungan dengan Qatar oleh beberapa negara.
 
Dikutip dari Al Arabiya, Rabu (7/6/2017) tujuh negara yang dipimpin oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, memutuskan hubungan dengan Qatar, Senin lalu. Tidak lama setelah itu, Yaman, Libya, Maladewa, Mauritius dan Mauritania pun mengambil langkah serupa.
 
Masing-masing negara mengeluarkan pernyataan terpisah menjelaskan alasan keputusannya. Semua sepakat tentang peran Qatar dalam mendukung terorisme dan campur tangan dalam urusan internal pihak ketiga. Menyusul kemudian, Yordania yang mengambil jalan sedikit berbeda. 
 
Yordania tidak memutuskan hubungan, mereka mengambil kebijakan untuk men-downgrade hubungannya dengan Qatar. Perwujudan kebijakan dilakukan dengan cara mengurangi jumlah perwakilan diplomatik Yordania di Qatar.
 
Sebelumnya, Emirates dan Etihad Airlines telah menghentikan seluruh penerbangan dari dan ke Qatar, sebagaimana sejumlah negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha. Mereka menuduh Qatar telah mendukung kelompok terorisme dan mendukung Iran.
 
Krisis di Kawasan Teluk ini terjadi setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Arab Saudi, untuk menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Arab. Qatar merupakan rumah bagi Pangkalan Udara al-Udeid, markas Komando Pusat militer AS. 
 
Sedikitnya ada 10 ribu tentara AS yang ditempatkan di sana. Namun demikian, tak jelas apakah langkah pemutusan hubungan diplomatik itu akan mempengaruhi operasi militer Negeri Paman Sam. Sejauh ini belum ada komentar terkait hal tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,