Warga Jakarta Bersiap Hadapi Banjir

Warga Jakarta Bersiap Hadapi Banjir

Warga Jakarta Bersiap Hadapi Banjir

Jakarta - Hampir setiap tahun bencana banjir selalu melanda berbagai wilayah di DKI Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

November saja sudah ada beberapa daerah di DKI Jakarta tergenang banjir, salah satunya Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Sanusi beberapa waktu lalu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat untuk meningkatkan sosialisasi kewaspadaan bencana banjir kepada seluruh masyarakat.

"Kami berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat meningkatkan sosialisasi dan memberikan informasi sejak dini kepada seluruh warga terhadap kemungkinan jika bencana itu datang," katanya.

Ia menjelaskan, pemberian informasi sejak dini dan sosialisasi kewaspadaan banjir itu merupakan salah satu bagian dari belum dilelangnya proyek pendukung penanganan banjir di provinsi itu.

"Salah satu solusi yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat ini melalui sosialisasi dan menyiapkan tempat evakuasi yang lebih nyaman," kata politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Ia mengatakan dalam bencana banjir, Pemerintah Pusat juga memiliki kontribusi, tetapi jika terjadi genangan akibat tingginya intensitas hujan sehingga airnya tidak tertampung dalam saluran dan genangan mencapai 4-5 jam maka itu semua kewenangan dari pemerintah daerah.

Siapkan Ribuan Personel    Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 7.284 personel yang akan diturunkan untuk penanganan bencana banjir di wilayah ibu kota negara itu.

"Seluruh personel tersebut akan diterjunkan ke seluruh daerah-daerah banjir yang terjadi di ibu kota ini," kata Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Saptastri Ediningtyas Kusumadewi.

Ia menjelaskan, ribuan personel kebersihan yang disiapkan instansi tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan untuk penanganan bencana banjir yang bisa saja terjadi pada akhir atau awal tahun.

Saptastri menyebutkan ribuan personel penanganan banjir DKI Jakarta itu terdiri dari 525 orang khusus kesiapsiagaan banjir, 2.443 orang di UPK Badan air taman dan jalur hijau, 920 orang di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat dan 1.062 orang di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara.

Kemudian 688 orang di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat, 776 orang di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan dan 870 orang di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk peralatan kebersihan yang disiapkan dalam kesiapsiagaan bencana yakni truk sampah, toilet berjalan, truk tangki air kotor, truk tangki air bersih dan alat berat.

Sedangkan untuk sarana kebersihan yang disiapkan dalam kesiapsiagaan bencana banjir adalah kantong plastik, pengki, cangkrang, loa dan sekop.

Pihaknya juga telah menyiapkan 34 unit toilet berjalan dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi banjir.

"Toilet berjalan ini siap untuk di mobilisasi ke daerah bencana banjir di Provinsi DKI Jakarta," katanya.

Ia menjelaskan toilet berjalan tersebut merupakan peralatan kebersihan yang telah disiagakan Dinas Kebersihan demi memudahkan korban banjir untuk melakukan aktivitas buang hajat.

 Saptastri mengatakan peralatan kebersihan yang saat ini disiagakan instansi tersebut akan ditempatkan di lokasi yang tepat dan mudah dijangkau para korban bencana di ibu kota Negara Republik Indonesia itu.

SOP Penanggulangan Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas Kusumadewi mengatakan pihaknya telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di daerah setempat.

"SOP ini dibuat agar seluruh personel bekerja sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam melakukan penanganan bencana banjir yang bisa terjadi kapan saja di seluruh Jakarta," katanya.

Saptastri menjelaskan SOP yang dibuat tersebut merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan instansi tersebut dalam mengerahkan personil, sarana dan prasarana kebersihan baik pra bencana, tanggap darurat dan pascabencana.

Saptastri mengatakan berdasarkan Peraturan daerah Nomor 9 Tahun 2011 dan Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2011, Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu SKPD/UKPD satuan pelaksana penanggulangan bencana daerah.

Ada pun tugas yang dilakukan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan banjir di ibu kota Negara itu di antaranya mengerahkan pengerahan sumber daya untuk pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana dan melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya.

Lebih rinci ia mengatakan, untuk pola penanganan sampah musim hujan atau banjir akan dilakukan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta dan didukung perangkat pemerintahan kota administrasi (walikota, camat, lurah, rt/rw, dan lainnya) serta masyarakat.

Sampah di tempat bencana itu akan diangkut menggunakan gerobak dorong atau gerobak motor ke TPS/Dipo Terdekat serta TPS mobil yang ditempatkan di lokasi bencana.

Kemudian sampah dari TPS/depo merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Baik Secara Langsung Ke TPST Bantar Gebang, maupun melalui Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sunter.

Berbagai persiapan itu, merupakan salah satu kesiapsiagaan yang dilakukan Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta khususnya untuk bergerak cepat dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir di daerah setempat. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,