Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Tim pengacara korban Ustaz Yusuf Mansur. (foto - ist)

Surabaya - Warga Surabaya melaporkan Jam'an Nur Khotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur ke Polda Jawa Timur. Ustaz Yusuf Mansur diduga melakukan penipuan dan penggelapan, pada investasi Condotel Moya Vidi.

Sudarso Arief Bakuma, yang menjadi kuasa hukum para korban mengatakan, banyak investor dari berbagai daerah yang merasa dirugikan dalam kasus investasi condotel yang digagas Ustaz Yusuf Mansur.

"Sedikitnya ada empat korban dari Surabaya dan mengkuasakan kepada kami untuk membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian," kata Sudarso kepada wartawan setelah melaporkan ke SPKT Polda Jatim Jalan A Yani Surabaya, Kamis (15/6/2017).

Menurutnya, ustaz Yusuf Mansur membuat program investasi condotel yang ada di Yogyakarta. Juga beragam macam investasi yang ditawarkan ke jamaahnya atau investor. Rata-rata korban di Surabaya memiliki tiga sertifikat. Setiap sertifikat memiliki nilai Rp 2,75 juta. "Namun, investasi yang ditawarkannya itu tidak jelas," katanya.

Karena tidak ada kejelasan tentang jalannya investasi tersebut yang berjalan sejak 2012, korban dari Surabaya yang dikuasakan ke Sudarso melaporkan ke Polda Jatim. Laporan itu sesuai dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim Kamis 15 Juni 2017, tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Sudarso sendiri mengetahui beberapa investasi yang ditawarkan Yusuf Mansur, seperti investasi usaha patungan, patungan aset hingga investasi travel haji dan umrah. Bahkan pada Tahun 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menghentikan investasi aset yang digalang Yusuf Mansur. 

"Banyak investasi yang 'digalang' ustaz Yusuf Mansur. Dari berbagai macam investasi itu, para anggotanya bisa mencapai sekitar dua ribu orang," tegasnya. Selain menjadi kuasa korban empat orang asal Surabaya, Sudarso mengaku siap menjadi kuasa korban lainnya. "Jika ada yang ingin mendapatkan uangnya kembali, kami akan memfasilitasinya," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,