Sekolah Swasta Wajib Terima Siswa yang Kurang Mampu

Sekolah Swasta Wajib Terima Siswa yang Kurang Mampu

Unjuk rasa terkait keluhan PPDB 2017 di depan Gedung DPRD Jabar, Rabu 21 Juni 2017. (foto - prfm)

Bandung Siswa tidak mampu atau Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) yang tidak diterima di SMA/SMK negeri, agar mendaftarkan diri ke sekolah swasta. Namun jika ingin tetap di sekolah negeri, bisa melanjutkan ke Sekolah Menengah Terbuka.
 
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung, menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga, terkait keluhan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (21/6/2017). 
 
Dalam aksi itu, warga menyuarakan banyaknya keluarga miskin yang ditolak oleh sistem PPDB. Kondisi ini yang membuat para orang tua khawatir jika anaknya tidak bisa masuk ke SMA/SMK negeri. Orangtua siswa tidak perlu khawatir biaya mahal saat bersekolah di swasta. 
 
Pihaknya memastikan sudah melakukan kerjasama dengan SMA/SMK swasta agar menerima siswa tidak mampu. "Pemerintah menjamin sekolah swasta tidak boleh mengeluhkan biaya ke siswa miskin. Khusus Kota Bandung sudah ada dana hibah di 2017 untuk siswa miskin bagi sekolah menengah. Sudah ada MoU pemerintah provinsi, sekolah swasta wajib menerima siswa miskin tapi tetap ada kuota," katannya.
 
Mengenai kriteria siswa tidak mampu, dirinya mengerahkan semuanya kepada kelurahan setempat. Pasalnya, pihak kelurahan yang mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi siswa itu, dan pastinya lebih paham terkait kondisinya.
 
Namun, agar bantuan kepada siswa tidak mampu tepat sasaran, pihaknya tidak mempercayakan ke satu pihak, perlu adanya pengawasan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah membentuk tim pemantau khusus. "Kita berharap tim ini bisa maksimal kerja, melihat persoalan yang ada," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,