2 Mahasiswi Unpar Bandung Taklukkan Puncak Mt. Denali

2 Mahasiswi Unpar Bandung Taklukkan Puncak Mt. Denali

Tim mencapai camp teratas di Mount Denali pada ketinggian 5.242 mdpl dengan menggunakan fixed ropes pada 30 Juni 2017. (foto - @ina7summits)

Bandung - Mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang tergabung dalam "The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala - Unpar (WISSEMU)" berhasil menaklukkan Gunung Denali (6.190 mdpl), yang merupakan puncak tertinggi di Amerika Utara.

Salah satu dari dua pendaki Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang (23), dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/7/2017) menyampaikan terima kasih dan memohon doa restu teman-teman di Indonesia agar mereka mampu menyelesaikan perjalanan selanjutnya.

Perempuan yang akrab disapa Deedee itu mengatakan, keberhasilan mencapai puncak tertinggi di Amerika Utara bersama rekannya, Mathilda Dwi Lestari (23) sebagai bagian dari perjalanan bertajuk "BRI Wissemu Reaching Denali Summit" dipersembahkan untuk persatuan Indonesia.

Tim Wissemu memulai perjalanan dari 19 Juni 2017 dan berhasil mengibarkan bendera Merah Putih serta membunyikan angklung di Puncak Denali Sabtu (1/7) pukul 19.40 waktu setempat, atau Minggu (2/7) pukul 22.40 WIB.

Memulai upaya menuju puncak dari High Camp (5.242 mdpl) pada 1 Juli 2017, pukul 10.00 waktu setempat, tim menghabiskan waktu 7 jam 40 menit perjalanan, untuk berjalan sejauh 4,01 kilometer (km) dengan kenaikan elevasi yang mencapai 901 meter. Perjalanan menuju puncak dari titik terakhir ditemani cuaca cerah, namun angin yang kencang dan suhu udara di Denali -30 derajat Celcius.

Untuk mencapai puncak Gunung Denali, Tim WISSEMU telah melalui perjalanan panjang sekitar 13 hari, terhitung sejak 19 Juni 2017. Memulai perjalanan dari Denali Basecamp (2.194 mdpl) pada 20 Juni 2017, Tim melanjutkan perjalanan ke Camp 1 (2.377 mdpl) keesokan harinya. Sebelum akhirnya mencapai High Camp (5.242 mdpl), tim sempat menghabiskan 8 hari di Camp 2 (3.413 mdpl) dan Camp 3 (4.328 mdpl).

Deedee menyatakan, di setiap camp tim melakukan load-carry, untuk meringankan beban dan mempercepat pergarakan tim. Sekaligus proses aklimatisasi untuk beradaptasi dengan lapisan udara yang semakin tipis di setiap camp. Pendakian Denali kali ini sebagai musim yang cukup sulit bagi para pendaki, karena kondisi cuaca dari awal musim yang terus dihantam oleh hujan salju dan juga badai.

Dalam pendakian, tim sempat beberapa kali terkena whiteout, kondisi cuaca dimana hujan salju menyebabkan jarak pandang menjadi kabur hingga mengaburkan horizon. "Keberhasilan mencapai puncak Gunung Denali itu juga menandakan keberhasilan Tim WISSEMU, dalam mencapai puncak keenam dari tujuh gunung dalam menapaki Tujuh Puncak Dunia," katanya.

Sejauh ini, delapan puncak tertinggi di enam benua yang menjadi cita-cita pendaki gunung untuk bisa mencapai. Antara lain Gunung Everest (8.848 mdpl/Asia, perbatasan China-Nepal), Gunung Aconcagua (6.961 mdpl/Amerika Selatan, Argentina), Gunung Denali (6.194 mdpl/Amerika Utara, Amerika Serikat), Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl/Afrika, Tanzania), Gunung Elbrus (5.642 mdpl/Eropa, Rusia), Gunung Vinson (4.892 mdpl/Benua Antarktika), Gunung Puncak Jaya (4.884 mdpl/Asia, Indonesia), dan Gunung Kosciuzko (2.888/Australia-Oseania, Australia). (Jr.)**

.

Categories:Olahraga,
Tags:,