Gadis Enrekang Itu Melahirkan Setelah Hamil Hanya 3 Jam?

Gadis Enrekang Itu Melahirkan Setelah Hamil Hanya 3 Jam?

Gadis Enrekang Sulawesi Selatan langsung melahirkan setelah hamil hanya tiga jam. (foto - Tribunenrekang)

Enrekang - Beredarnya kabar seorang gadis desa yang melahirkan dengan cara yang tidak biasa, menggegerkan warga di Dusun Penja Desa Karueng Kecamatan Enrekang Sulawesi Selatan. Gadis itu diketahui tidak bersuami, dan belum pernah berhubungan badan dengan siapa pun.
 
Bayi yang dilahirkan gadis berusia 19 tahun berinisial UR itu, kabarnya hanya berusia tiga jam dalam kandungan. Padahal, biasanya kehamilan normal berlangsung hingga sembilan bulan. Kontan kasus itu heboh, karena kabar itu viral, dan bahan perbincangan warga Enrekang. 
 
Hal itu pula dibenarkan sepupu gadis tersebut, Erwin. Menurutnya, kejadian langka itu tiba-tiba saja terjadi terhadap sepupunya. "Kemarin perutnya tiba-tiba membengkak hingga tiga jam, setelah itu langsung melahirkan," kata Erwin.
 
Ia mengatakan, bayi yang dilahirkan memiliki bobot 3 kg. Anehnya, bayi itu langsung bisa mengucapkan salam sesaat setelah dilahirkan. "Setelah lahir bayi itu langsung mengucapkan 'Assalamualaikum' sebanyak tiga kali," tegas Erwin.
 
Kejadian itu telah menjadi konsumsi publik, pihak berwajib atau pemerintah desa yang telah berkunjung ke rumah bayi itu, hingga saat ini belum bisa memberi keterangan. Pihak Polres Enrekang akan melakukan penyelidikan mendalam, terkait informasi wanita mengandung hanya tiga jam itu.
 
Menurut Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, pihaknya telah mengutus Sat Intel, Bhabimkabtibamas dan Satreskrim untuk mengecek langsung kondisi bayi dan ibunya. "Kita telah utus beberapa anggota untuk melihat dan mengumpulkan data, terkait kondisi ibu dan bayi itu," katanya.
 
Sejauh ini, pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi mengenai kejadian itu. "Kita juga sudah lakukan wawancara ringan dengan si ibu tapi masih tahap awal, kita harus berhati-hati menangani kejadian ini karena sangat sensitif," tegas Ibrahim Aji.
 
Meski demikian, pihaknya belum bisa melangkah terlalu jauh karena kasus itu bersifat delik aduan. Artinya, harus ada pelapor untuk melakukan investigasi mendalam. "Hingga kini belum ada pelapor, namun kita tetap akan dalami karena telah menjadi perbincangan di masyarakat," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,