Malaysia Tangkap 658 TKI Ilegal dalam Sembian Hari Razia

Malaysia Tangkap 658 TKI Ilegal dalam Sembian Hari Razia

Departemen Imigrasi Malaysia menangkap 658 TKI ilegal. (foto - Getty Images)

Petaling Jaya - Sedikitnya 2.832 orang tenaga kerja asing (TKA) ilegal ditangkap Departemen Imigrasi Malaysia, dalam razia besar-besaran yang berlangsung sejak 1 Juli 2017. Razia tersebut dilakukan terhadap para pekerja asing ilegal, yang tidak memiliki e-Kad  untuk program rehiring.
 
Hingga Minggu 9 Juli 2017, otoritas Malaysia sudah menginspeksi sebanyak 458 lokasi berbeda di seluruh Negeri Jiran. Direktur Jenderal Imigrasi Datuk Seri Mustafar Ali menjelaskan, pihaknya menyeleksi setidaknya 8.731 orang selama sembilan hari. "Sejauh ini, kita sudah menahan seluruhnya 2.832 orang asing, termasuk 509 orang perempuan dan 14 orang anak-anak," kata Datuk Seri Mustafar Ali.
 
Seperti dilaporkan The StarSenin (10/7/2017) sebagian besar TKA yang tertangkap berasal dari Bangladesh yaitu sebanyak 1.101 orang, menyusul Indonesia di tempat kedua dengan 658 orang. Sedangkan sisanya diketahui berasal dari Myanmar (223), Thailand (98), Filipina (95) dan Vietnam (94) serta negara-negara lain.
 
Datuk Seri Mustafar mengatakan, razia terhadap e-Kad juga dilakukan kepada para majikan yang mempekerjakan TKA ilegal. Sejauh ini pihaknya sudah menahan sebanyak 56 orang majikan, karena menyewa serta melindungi para tenaga kerja ilegal.
 
Program rehiring ditujukan untuk mengatasi permasalahan pekerja asing ilegal di Malaysia. Para pekerja asing diwajibkan memperoleh e-Kad (enforcement card) sebagai izin kerja sementara. Para majikan diharuskan mendaftarkan para TKA ilegal demi mendapat e-Kad. Jika tidak, maka hukuman menanti tidak hanya bagi TKA, tetapi juga majikannya.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, meminta para tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk tidak panik atas hal itu. Ia memastikan sejumlah perwakilan Indonesia baik KBRI maupun KJRI, siap memberikan pendampingan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,