Kesedihan Anak Sukiati, Ibu yang Lahirkan Bayi di Tol Cipali

Kesedihan Anak Sukiati, Ibu yang Lahirkan Bayi di Tol Cipali

Narum (22) anak dari Sukiati, ibu yang melahirkan di Tol Cipali, warga Desa Selopuro Kecamatan Lasem. (foto - SeputarMuria)

Rembang - Begitu mendengar kabar ibunya melahirkan bayi perempuan di pinggir ruas Jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali), Narum (22) anak dari Sukiati (43) warga Desa Selopuro Kecamatan Lasem mengaku sangat sedih.
 
"Namun bagaimana lagi itu cobaan dari Allah kepada keluarga kami," kata Narum. Ia pun menceritakan, ibunya berangkat ke Jakarta pada Sabtu 1 Juli untuk menemui suaminya. Kondisi Sukiati tampak sehat dan tidak ditemui tanda-tanda akan melahirkan. "Ibu (Sukiati) sudah menikah siri dengan orang Jakarta, tempat ia bekerja di Tangerang sejak dua tahun. Namun ibu dan bapak memang belum bercerai,” katanya.
 
Pernikahan siri ibunya juga sudah ada surat suratnya. Hanya saja, di saat ibunya meminta cerai sang suami, Lasmidi tak pernah menghiraukan permintaan itu. “Kondisi ibu dan anaknya sehat, baik baik saja. Saya sudah senang mendengar kabar kondisi ibu. Saat ini juga sudah ada yang nanggung yakni suami sirinya,” katanya.
 
Seperti diketahui, kisah cukup mengharukan datang dari keluarga yang mudik, saat arus balik Lebaran 2017. Seorang pemudik yang tengah hamil tua, tak dinyana melahirkan bayinya di Tol Cipali pekan lalu. Bayi berjenis kelamin perempuan dari ibu bernama Sukiati (43) itu, dinamai Bhayangkari Ramadniya.
 
Polisi langsung melarikan ibu melahirkan itu ke rumah sakit terdekat. Proses persalinan pun dibantu oleh tim medis dari RS Siloam Purwakarta. Menurut Dokter Jaga UGD dr. Lidya, dirinya merasa takjub. Bayi telah lahir ditolong oleh Kasatlantas Purwakarta AKP Arman Sahti. "Saat bertugas jaga, ada bayi yang lahir di pinggir jalan tol datang dibopong polisi. Saya pun langsung memeriksanya," aku Lidya, Senin (10/7/2017).
 
Ketika lahir, tali pusar bayi masih menempel di plasenta dan dalam kondisi normal. Kemudian tim medis mengobservasi dan memberi rangsangan agar bayi aktif ada napas dan menangis.
 
"Bayinya juga diberi kehangatan, kemudian diletakkan di infanteri warmer. Tali pusar saya potong dan kami beri suntik Hepatitis B, Vitamin K dan beri obat tetes mata bagi sang bayi. Sang Ibu pun dalam kondisi normal, tidak ada pendarahan dan sehat saat tiba di ruang UGD," tegas Lidya.
 
Sarno, kerabat yang mewakili keluarga besar Sukiati merasa bersyukur atas proses kelahiran yang cukup mengharukan itu. Ia mengatakan, bayi perempuan dan ibunya sehat dan lancar minum ASI.
 
"Alhamdulillah, bayi dan ibunya sehat. Minum ASI lancar dan si Ibu kembali normal beraktivitas, mengasuh bayinya dan kadang bekerja membantu saya memilah sampah plastik," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,