Isu Kenaikan BBM Berdampak pada Harga Ikan Laut

Isu Kenaikan BBM Berdampak pada Harga Ikan Laut

Harga Ikan laut mulai naik hingga 50 %, dampak isu kenaikan BBM Bersubsidi, Senin (17/11/2014). (Foto: CikalNews/TrisDodi)

Bandung - Dampak isu kenaikan Bahan Bakar Minyak  (BBM)  bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat membuat sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional di Kota Bandung meroket, kenaikan terjadi khususnya untuk ikan laut.

Pantauan CikalNews.com rata-rata semua jenis ikan laut mengalami kenaikan 20 - 50% salah satu contoh di Pasar Kosambi Kota Bandung,  para pedagang yang biasa menjual komoditi tersebut mengeluh karena omset penjualannya mengalami penurunan yang cukup drastis, dan berharap pemeintah tidak jadi menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut.

Harga udang laut mengalami kenaikan paling tinggi, biasanya pedagang menjual seharga RP 90.000, per kilogram, kini naik hingga mencapai harga Rp 130.000, per kilogram. Sementara untuk harga ikan laut seperti ikan kerapu, bawal, kakap mengalami kenaikan harga hingga 30 %.

Jeje Alamsyah, seorang pedagang ikan laut di daerah Pasar Kosambi mengatakan, biasanya dalam satu hari dirinya mampu menjual ikan laut sebanyak 80 kilogram, kini menghabiskan sekitar 40 Kilogram pun sulit. 

"Kenaikan harga ikan laut ini berawal dari nelayan dengan santernya isu kenaikan BBM. Sejumlah nelayan kesulitan untuk mendapatkan BBM sebagai modal menangkap ikan, jadi akhirnya harga jual ikan laut meroke,," ujarnya kepada wartawan, senin (17/11/2014).

Dirinya sangat berharap pemerintah mengetahui kenaikan haraga harga kebutuhan pokok masyarakat akibat bila harga BBM jadi dinaikkan.

"Kami berharap pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM bersubsidi, karena belum naik saja harga-harga kebutuhan pangan, contohnya seperti ikan laut ini, sudah naik apalagi kalau BBM jadi naik harganya," pungkasnya.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:bandung,bbm,