DPR Mensahkan UU Pemilu Ambang Batas Capres 20 Persen

DPR Mensahkan UU Pemilu Ambang Batas Capres 20 Persen

Suasana rapat paripurna DPR tentang pengambilan suara pengesahkan RUU Pemilu menjadi UU yang diwarnai walk out empat fraksi. (foto - dung)

Jakarta - Mekanisme pengambilan suara yang diwarnai aksi walk out empat fraksi, Rapat Paripurna DPR akhirnya mensahkan RUU Pemilu menjadi Undang-undang. Dengan demikian, ambang batas calon presiden (Capres) ditetapkan 20 persen.
 
Empat fraksi walk out, yakni  Fraksi PAN, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS. Sebelumnya keempat partai itu memilih paket B, terdiri atas ambang batas pencalonan presiden nol persen, parliamentary threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi per dapil 3-10 dan konversi suara menggunakan kuota hare.
 
Isu krusial di paket A, di antaranya ambang batas pencalonan presiden 20 - 25 persen, parliamentary threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi per dapil 3-10 dan konversi suara menggunakan saint lague murni. Paket itu terdiri atas pemerintah dan didukung enam partai pendukung.
 
"Dengan total 539 yang pro opsi A sebesar 322 dan opsi B sebesar 217, sehingga opsi A secara aklamasi kita putuskan kita setuju. Apakah setuju?," tanya Novanto di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (20/7/2017) malam. "Setuju," jawab seluruh anggota yang hadir.
 
Setelah itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, dengan disahkannya RUU Pemilu menjadi UU, tahapan Pemilu serentak 2019 sudah bisa berlangsung dengan payung hukum yang sah.  "Pemerintah setuju untuk dilaksanakan tahapa berikutnya," katanya.
 
Seperti diketahui, setelah menyampaikan pandangan fraksi, seluruh anggota empat parpol keluar meninggalkan ruang rapat paripurna. Tak ketinggalan tiga pimpinan, yakni Fadli Zon dari Gerindra, Agus Hermanto dari Demokrat dan Taufik Kurniawan dari PAN meninggalkan meja pimpinan dan keluar meninggalkan ruang rapat paripurna.
 

Sebelum keluar, mereka menyalami Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mewakili pemerintah. Ketua DPR Setya Novanto pun mengambil-alih kursi pimpinan bersama Fahri Hamzah. (Jr.)**

.

Categories:Politik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait