Polisi Kawal Ketat Delapan SPBU

Polisi Kawal Ketat Delapan SPBU

Aparat Kepolisian Berjaga Di SPBU Jl Wastukencana Bandung, Senin(17/11/14) malam. (Foto: RZL)

Lubuk Sikaping - Jajaran Kepolisian Resort Pasaman, Sumatera Barat, mengawal ketat delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang ada di daerah itu terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kasat Lantas Pasaman, AKP Muzhendri, di Lubuk Sikaping, Senin (17/11/2014), mengatakan, terkait adanya keputusan pemerintah pusat, tentang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), terhitung Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB, jajaran kepolisian langsung mengamankan SPBU yang ada di daerah ini.

"SPBU di Kabupaten Pasaman ada sebanyak delapan lokasi, dan kita telah menurunkan personel untuk pengamanan, jika terjadi serbuan warga sebelum tenggat waktu kenaikan BBM bersubsidi tersebut," kata Muzhendri.

Ia menambahkan, seperti dua SPBU yang ada di Lubuk Sikaping, personel lantas juga telah diterjunkan. Setiap SPBU dikawal oleh empat personel Satuan Lalu lintas serta juga aparat berwajib berpakaian bebas untuk menjamin keamanan SPBU dan juga kenyamanan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat didaerah itu, setelah mengetahui adanya keputusan kenaikan BBM bersubsidi oleh pemerintah pusat, langsung menuju SPBU untuk mendapatkan premium dengan harga Rp6.500 per liternya.

Salah seorang warga Lubuk Sikaping, Rudi mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi baru berlaku pada pukul 00.00 WIB. "Sebab itu, saya ingin mengisi kendaraan roda dua dengan harga BBM yang masih Rp6.500, setidaknya dapat untuk mengirit pengeluaran hingga beberapa hari ke depan," katanya.

"Setiap hari saya membutuhkan premium, terkait pekerjaan saya, sebab itu, sebelum naik dini hari nanti saya rela mengantre untuk dapat BBM dengan harga yang masih Rp6.500," kata Rudi.

Kenaikan BBM bersubsidi diputuskan pemerintah pusat, dan disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Senin malam, dimana untuk premium naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liternya, sedangkan untuk solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500.

Sehubungan dengan itu, PT Pertamina (Persero) membentuk satuan tugas (satgas) atau tim teknis khusus pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Satgas Pertamina yang nantinya bertugas memonitor distribusi BBM," kata Senior Supervisor External Relation Pertamina Marketing Operation Region I, Zainail Abidn saat dihubungi melalui telepon selular.

Ia menjelaskan, selain itu tugas utama satgas tersebut nantinya akan menganalisis apabila terjadi lonjakan permintaan atau konsumsi BBM di masyarakat.

"Satgas yang nantinya akan mempunyai tugas berat apabila terjadi lonjakan penggunaan BBM," ungkapnya.

Selain mengawasi distribusi, tambah Zainal Abidin satgas nantinya akan mengawasi persediaan bahan bakar di terminal BBM (Depo) dan SPBU.

Untuk mendukung program tersebut, Rifky mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan TNI, POLRI dan pemerintah daerah untuk memaksimalkan kinerja satgas nantinya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,