Suhu di Masjidil Haram Nyaris Tembus 50 Derajat Celcius

Suhu di Masjidil Haram Nyaris Tembus 50 Derajat Celcius

Suhu di Masjidil Haram Nyaris Tembus 50 Derajat Celcius. (foto - ist)

Mekah - Pada akhir bulan Juli ini, Kota Mekah dilanda cuaca panas. Suhu di sekitar Masjidil Haram pada hari Minggu 30 Juli dikabarkan nyaris tembus 50 derajat Celcius. Papan cuaca elektronik suhu udara di depan Masjidil Haram menunjukkan, suhu sudah mencapai 49 derajat Celsius.
 
Situasi itu membuat para jamaah yang ingin melaksanakan umrah maupun ibadah salat di Masjidil Haram memadati keran air zamzam. Sebelumnya, Panitia Haji 2017 sudah mewanti-wanti kepada para jamaah agar tidak keluar gedung kecuali untuk ibadah.
 
Jamaah juga diminta untuk terus meminum air delapan gelas per hari. Air zamzam tersedia, baik di keran maupun galon untuk para jamaah secara gratis. Sehingga banyak yang mengisi botol minum maupun mengguyur kepala dengan air zamzam.
 
Disebutkan, sejak Sabtu 28 Juli 2017 para tamu Allah yang menunaikan ibadah haji secara terus menerus berdatangan ke Madinah Arab Saudi. Setidaknya saat ini sudah lebih dari 10.000 jamaah tiba dengan selamat. Cuaca di Tanah Suci cukup ekstrem mencapai kisaran 40 - 50 derajat Celcius. 
 
Kasubsi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah dr. Ika Nurfarida menyatakan, pihaknya sudah siap memberikan pelayanan jika ada jamaah Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan. "Berdasarkan data Media Center Haji per Jumat 28 Juli, KKHI Madinah sudah melayani 3 jamaah, 2 rujukan daker Madinah dan 1 langsung rujukan dari bandara," katanya.
 
?"Alhamdulillah semua kondisinya sudah stabil membaik dan satu sudah kembali ke kloter," katanya. KKHI sudah melakukan sejumlah persiapan dalam rangka melayani jamaah. Antara lain triace, ruang resitutasi, ruang tindakan, ruang observasi pria dan wanita, ruang rawat inap pria dan wanita serta ruang perawatan bagi jamaah dengan gangguan prilaku.
 
Triace disiapkan dalam bentuk pembagian alur layanan pasien dalam warna merah, kuning dan hijau. Jamaah yang datang langsung dilakukan penilaian terkait status kondisinya. Jika kategori gawat darurat, masuk jalur merah dan segera dilakukan restitutasi.
 
Namun jika tidak darurat, masuk jalur kuning untuk dilakukan observasi. Kalau jalur hijau dilakukan tindakan rawat jalan. "Jadi penanganan pasien yang datang ke KKHI kita lakukan sesuai skala prioritas sesuai labeling triace itu," tegas Ika.
 
Mengenai antisipasi dampak cuaca panas, Ika mengaku petugas kesehatan terus aktif dalam mengedukasi para jamaah. Proses edukasi dilakukan sejak dari bandara sampai sebelum masuk kamar hotel.
 
Ika menjelaskan tentang cara mengatasi cuaca panas. Yakni cukup minum minimal 300 cc per jam tanpa menunggu haus, menggunakan pelindung baik masker yang disemprot air, topi, kacamata hitam, payung, alas kaki terutama pasien dengan gangguan kencing manis karena rasa panas biasanya tidak begitu terasa, dan berteduh, serta membatasi aktivitas fisik di luar ruangan.
 
?Disebutkan, KKHI Daker Madinah memiliki kapasitas keseluruhan 54 bed dengan disertai 7 bed cadangan. KKHI juga mengoptimalkan kerja sama dengan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,