Antrean BBM Padat, Tidak Meladeni Jerigen

Antrean BBM Padat, Tidak Meladeni Jerigen

Antrean Kendaraan Jl. Purwakarta Antapani Senin, (17/11/14) malam Tidak Terlalu Parah. (Foto: CikalNews/ RZL)

Bandung- Selain antrean kendaraan terjadi di Jl Riau atau RE Marthadinata Bandung, dan beberapa SPBU lainnya,  hasil pengumuman kenaikan BBM bersubsidi yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebesar 20 persen  perliter,  Senin (17/11/2014) malam masyarakat langsung  menyerbu SPBU terdekat.

Menurut pantauan CikalNews.com, sekitar pukul 23.30 WIB di daerah Bandung timur,  antrean kendaraan baik mobil maupun motor langsung mengular dengan dua jalur kendaraan menjadikan kemacetan dibeberapa SPBU di Kota Bandung tak terelakkan.

Antrean mobil yang cukup panjang sekitar 200 meter terjadi di SPBU Jl A.Yani Bandung, dengan tiga lapis kendaraan. Meski cukup panjang, antrean tetap aman padat lancar karena setiap SPBU terdapat beberapa  polisi diturunkan  untuk mengatur antrean dan berjaga-jaga di SPBU.

Di SPBU  Jl Terusan Jalan Jakarta Antapani Bandung, pun tak jauh berbeda. Di sini juga antrean mobil dan motor tetap terjadi dan mengular hingga 200 meter. Parahnya, hampir semua ruas jalan terdekat dengan SPBU ini mengarah pada pengisian BBM. Sehingga sulit bagi mobil lain untuk belok ke arah Jl Kuningan, dan Jl Antapani Lama Bandung.

"Kita hanya meladeni untuk pengisian motor dan mobil, sampai saat ini belum ada yang membawa jerigen, kalau pun ada tidak akan diladeni," ujar Asep salah seorang petugas di SPBU Jl Terusan Jakarta Bandung.

Yang agak sepi antrean kendaraan  di  SPBU  Jl Purwakarta Antapani Bandung, sejak diumumkan harga BBM bersubsidi naik, mobil yang antre tidak terlalu parah, bahkan antreannya pun hanya satu lapis dan panjang antrean hanya sekitar 50 meter.

"Saya kira kenaikannya tidak sampai Rp 2000, ini terlalu tinggi, kan kasian orang seperti kami ini, gaji tidak punya hanya mengandalkan uang parkiran, sementara harga bahan pokok sejak belum BBM dinaikan, di pasar semua sudah naik," ujar Ujang tukang parkir di depan Kantor Bank BNI 46 di Jl Terusan Jalan Jakarta Bandung, Senin (17/11) malam.

Beda dengan reaksi seorang pemilik kendaraan bernama Tohir dari Ujung Berung Bandung. "Saya pikir dari pada capek-capek antre mending besok aja isi bensinnya, toh bedanya hanya Rp 20.000 untuk 10 liternya, kalau antre kan kesal nya itu yang enggak kuat," ujar Tohir saat ditemui usai mengambil uang di ATM di Jl Terusan Jalan Jakarta malam itu. (Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,bbm,