BPG Realisasi Transparansi Pembangunan Kota Bandung

BPG Realisasi Transparansi Pembangunan Kota Bandung

Walikota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Bandung Planning Galery di Jalan Aceh nomor 36 Bandung. (foto - Instagram)

Bandung - Bandung Planning Gallery (BPG) atau Anjungan Perencanaan Kota, merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam merealisasikan prinsip "open government". BPG sebagai salah satu lokasi wisata edukasi, baik untuk warga Bandung maupun masyarakat pada umumnya.

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, transparansi pembangunan yang terwakili dalam BPG mencakup pembelajaran bagi masyarakat, baik di zona masa lalu maupun zona sekarang. "Berbagai proyek ditampilkan sehingga warga bisa mengomentari secara digital atau manual perkembangan kotanya," kata Emil seusai meresmikan BPG di Jalan Aceh No. 36 Bandung, Selasa (1/8/2017).

Emil menyatakan, salah satu sudut di BPG bisa dijadikan tempat konsultasi oleh masyarakat yang mau bikin cafe atau usaha. "Yang mau buka cafe atau usaha lain silakan masuk ke ruangan sebelah," katanya. Sedangkan bagi masyarakat yang suka demo dan protes, di sinilah tempat untuk lebih banyak tahu.

Dengan demikian, terhitung sejak Selasa 1 Agustus resmi dibuka untuk umum. "Kita memang memanfaatkan lahan bekas Gedung DPRD Kota Bandung. Ada dua lantai, lantai bawahnya untuk Bandung Planning Gallery, lantai dua untuk kantor Bappelitbang Kota Bandung," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pembangunan (Bappelitbang) Kota Bandung, Hery Antasari.

Menurut Hery, BPG adalah tempat di mana Pemkot Bandung menyajikan rencana pembangunan Kota Bandung ke depan, dan yang juga tengah dibangun sekarang. "Latar belakang pembangunan BPG, yakni keinginan Pemkot menyampaikan kepada masyarakat, sehingga pemahaman terhadap rencana pembangunan tidak hanya dimiliki segelintir orang, tapi semua orang,” katanya.

Meski namanya Bandung Planning Gallery, Bandung tempo dulu juga terpapar di sini. Alasannya, untuk menjadikan Bandung seperti sekarang ini karena ada Bandung tempo dulu. Jadi ada baiknya dipahami kenapa Bandung seperti ini karena dulunya seperti itu.

Dengan BPG, masyarakat juga bisa menyampaikan kritik, saran dan masukan untuk pembangunan Kota Bandung. "Kritik, saran dan masukan bisa disampaikan secara online, yang disediakan melalui layar lenar di sana. Atau secara tertulis melalui kubah aspirasi," tegas Hery.

Konsep galeri BPG untuk memudahkan semua kalangan mengakses dan memahami apa yang ingin disampaikan Pemkot Bandung. Tak hanya program pemerintah, di sana juga menampilkan area kontemporer, atau investor yang akan membangun Kota Bandung.

Bandung Planning Gallery dibangun di lahan seluas kurang lebih 1.600 meter persegi, dan merupakan yang terbesar serta tercanggih untuk konsep yang sama di Indonesia dengan teknologi paling canggih. "Di BPG ada maket untuk bisa melihat posisi Kota Bandung yang berada dalam cekungan. Di atas maket, akan ada video maping, yang disorotkan di atas maket, sehingga bisa dilihat secara real time," katanya.

Untuk melengkapi teknologi di Bandung Planning Gallery ini, menurut Hery, pihaknya telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Termasuk untuk menyewa tenaga outshorcing sebagai bantuan tenaga pengamanan, dan untuk pendamping pengunjung. (Jr.)**

.

Categories:Info Bisnis,
Tags:,