Dua Wanita Selundupkan Sabu di Pakaian Dalam Diringkus

Dua Wanita Selundupkan Sabu di Pakaian Dalam Diringkus

Jajaran Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang kembali mengagalkan penyelundupan sabu dengan menangkap dua perempuan jaringan internasional. (foto - ist)

Tangerang - Jajaran Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten kembali mengagalkan upaya penyelundupan sabu, yang melibatkan jaringan internasional, Kali ini dua tersangka perempuan berhasil diamankan.

Tersangka Siska Salim ditangkap setelah kepergok berupaya menyelundupkan sabu seberat 600 gram dari Malaysia. Warga negara Indonesia tersebut menyembunyikan sabu dalam 30 kapsul yang ditelan sekaligus. Sedangkan seorang tersangka lainnya Mbugua Frasian Njeri (MFN) diringkus, karena menyimpan 96 kapsul berisi sabu.

Sebanyak 26 butir disembunyikan di pakaian dalam serta 70 butir sisanya ditelan. Total sabu yang diselundupkan warga Kenya itu mencapai 1,14 kilogram. Dari hasil pengembangan bersama Bareskrim Polri, berhasil menangkap seorang pria berinisial Y, yang bertugas sebagai penerima sabu kiriman dari tersangka Siska Salim.

Diketahui, tersangka perempuan berinisial MFN warga negara Kenya itu menyembunyikan narkotika jenis sabu berbentuk kapsul di bra dan celana dalamnya. "Saat petugas melakukan body search pada pemeriksaan di Terminal 2D, ditemukan 26 kapsul berisi sabu yang diselipkan di celana dalam dan bra yang dikenakan pelaku," kata Kepala KPU Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang.

Merasa curiga masih ada sabu yang disembunyikan, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan. Lewat interogasi, petugas mengetahui masih terdapat barang laknat di dalam tubuh tersangka. "Ternyata dia (MFN) juga masih menyimpan sabu di dalam tubuhnya dengan cara ditelan sebanyak 70 butir seberat 840 gram," katanya.

Menurutnya, jajarannya berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk melakukan controlled delivery. Dari pengakuan pelaku, dirinya diminta oleh seseorang yang berasal dari Ghana. "Ia menyebut pengendalinya dengan nama 'Frank' yang berada di Ghana dan mengatakan, ada seseorang yang menjemput barang itu," kata Kasubdit I Dir Tipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Kombes Enggar Pareanom.

Namun, setelah ditunggu beberapa hari penjemput tidak juga datang, sehingga petugas memutuskan untuk mengamankan MFN untuk diproses lebih lanjut. "Pelaku dijerat dengan Pasal 114 dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp 10 miliar," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,