Bandung Uji-Coba 445 Mesin Parkir, Jukir Liar akan Ditindak

Bandung Uji-Coba 445 Mesin Parkir, Jukir Liar akan Ditindak

Walikota Bandung Ridwan Kamil luncurkan mesin parkir elektronik. (foto - ist)

BandungPembayaran parkir non-tunai lewat mesin parkir elektronik di Kota Bandung mulai diujicobakan. Peluncuran mesin parkir elektronik tersebut dilakukan Walikota Bandung Ridwan kamil, di Jalan Braga Bandung, Jumat (4/8/2017).

Peluncuran ini merupakan yang keduakalinya, setelah peluncuran pertama dilakukan di awal-awal masa jabatannya.  Namun mesin parkir ekektronik generasi pertama tidak berjalan maksimal. "Launching dulu adalah sampel. Tantangan ada di edukasi warga dan juru parkir," kata Emil.

Menurutnya, mesin parkir yang diberi nama terminal parkir elektronik itu diharapkan bisa menekan angka kehilangan pendapatan daerah dari sektor parkir. "Ini proses paling baik agar penerimaan parkir di Bandung berjalan maksimal tidak, ada korupsi penerimaan uang dan tidak ada orang yang berhak ambil uang parkir kecuali negara,” katanya.

Emil menilai, masyarakat memang memerlukan waktu untuk membiasakan membayar parkir menggunakan mesin. "Di negara lain kesuksesan butuh waktu dua tahun, paling cepat 1,5 tahun. Jadi kalau ada yang bilang belum apa-apa sudah gagal artinya tidak sabar. Ini kan baru mulai,” tegas Emil.

Penggunaan mesin parkir elektronik akan dievaluasi selama satu tahun berjalan, untuk mengetahui apakah efektif atau tidak. "Nanti evaluasi setelah setahun apakah pendapatan naik atau turun,” katanya.

Setelah mesin parkir beroperasi, menurut Emil, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membasmi juru parkir ilegal yang bukan pegawai Dinas Perhubungan. "Nanti Dishub dan polisi akan tindak preman yang memungut parkir liar," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswandi menjelaskan, ada 445 unit mesin parkir elektronik tersebar di 57 titik. Teknis pembayaran menggunakan terminal parkir elektronik dengan menggunakan kartu khusus, yang bisa dibeli di bank yang menjalin kerja sama . Antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank bjb.

Pengguna jasa parkir harus sedikit repot untuk menggunakan mesin tersebut karena harus memasukkan jenis kendaraan, menuliskan nomor polisi, menuliskan durasi parkir dan melakukan tapping kartu di mesin.

Untuk mobil, satu jam pertama dikenakan harga Rp 3.000 dan Rp 2.000 untuk jam berikutnya. Untuk sepeda motor Rp 1.500 jam pertama dan Rp 1.000 jam berikutnya. "Kalau tidak bayar nanti ada jukir. Ke depan harus bayar ke mesin semua, kalau enggak nanti kendaraannya kita gembok,” sebutnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,