Tertangkap, Penculik yang Melelang Model Inggris di Milan

Tertangkap, Penculik yang Melelang Model Inggris di Milan

Chloe Ayling. (foto - Instagram)

Milan - Seorang pria yang diyakini telah menculik dan berupaya melelang model Inggris. Chloe Ayling (20) berhasil ditangkap polisi di Milan Italia. Ia adalah Lukasz Pawel Herba, pria asal Polandia berusia 30 tahun, yang tercatat pernah tinggal di Inggris.
 
Herba harus menghadapi sidang dakwaan di pengadilan Milan, atas tuduhan penculikan dan penahanan orang secara ilegal. Belum diketahui perihal adanya pasal lain yang akan disangkakan kepadanya, mengingat ia juga berusaha melakukan tindak pidana perdagangan orang melalui situs daring gelap.
 
Sebelumnya diberitakan, seorang model asal Inggris bernama Chloe Ayling hendak memenuhi tawaran melakukan pemotretan di Milan. Namun semua itu hanya jebakan. Ia pun berakhir diculik dan dibius oleh dua pria tak dikenal, setibanya di apartemen yang dijanjikan. Salah satu pria itu adalah Lukasz Pawel Herba.
 
Seperti dilansir Washington Post, Minggu (6/8/2017) Herba dan seorang pria lainnya menyuntikkan obat bius yang biasa dipakai untuk menenangkan kuda, ketamine kepadanya. Setelah korban pingsan, Herba dan rekannya pun kemudian menelanjangi dan memotret model tersebut.
 
Pelaku juga membungkus kepala korban dengan sarung bantal, melakban mulutnya lalu memasukkannya ke dalam sebuah tas dan menaruhnya di bagasi mobil. Mereka membawanya ke sebuah rumah sewaan yang terletak 193 kilometer di luar Kota Milan.
 
"Coba pikir, apa yang akan terjadi jika korban menderita asma," kata jaksa penuntut umum di Italia, Paolo Storari. Disebutkan, tangan sang model diborgol dan dikaitkan ke sebuah laci. Pelaku mengurungnya di dalam kamar selama enam hari.
 
Berdasarkan keterangan penyelidik, pelaku memakai dokumen palsu untuk menyewa ruang isolasi tersebut. Selama masa penyekapan, Herba beberapa kali datang untuk mengambil foto korban dalam keadaan tak senonoh. Kebanyakan foto diambil saat korban berada di bawah pengaruh obat.
 
Foto-foto itu lalu diunggah ke sebuah situs rahasia. Dalam lamannya terbaca jelas niat pelaku untuk melelangnya. Sebab di sana tertulis, perempuan dalam foto dijual dengan harga mulai dari 353.000 dolar AS atau sekitar Rp 4,7 miliar.
 
Mereka pun menghubungi pihak agensi model tersebut untuk meminta uang tebusan sebesar 300.000 dolar AS atau Rp 4 miliar. Dengan begitu, mereka akan berhenti menggadaikan perempuan tersebut. Namun, pelaku tak lama membebaskan korban.
 
Dengan ancaman, korban tidak boleh melaporkan kejadian itu kepada siapa pun jika ingin nyawanya selamat. Bahkan, ia dipaksa menandatangani kontrak yang menjanjikan pembayaran sebesar 50.000 dolar AS atau Rp 666,7 juta untuk ditransfer paling lambat akhir bulan ini.
 
Berdasarkan pengakuan korban, mereka melepaskannya setelah mengetahui bahwa dirinya seorang ibu. "Anda punya seorang anak berusia dua tahun dan aksi kami mengecualikan ibu-ibu," ungkap pelaku kepadanya.
 
Setelah bebas, korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak berwajib. Herba pun meluncur ke balik jeruji besi. Sementara kejiwaan korban terganggu. "Beban psikologis perempuan itu sangat parah. Ia amat ketakutan," sebut seorang polisi di Milan, Serena Ferrari.
 
Sejauh ini, polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Mereka menduga ada korban lain sebelum ini. Hal itu terkuak dari ponsel dan komputer Herba yang menyimpan banyak foto perempuan. Sebagian gambar tampak diambil di London. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,