Lebih 100 Orang Dikhawatirkan Tewas Akibat Gempa di Cina

Lebih 100 Orang Dikhawatirkan Tewas Akibat Gempa di Cina

Petugas penyelamat berusaha untuk menemukan korban akibat gempa di Jiuzhaigou Prefektur Ngawa prefecture Provinsi Sichuan Cina, Rabu 9 Agustus. (foto - Reuters)

Beijing - Gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter yang mengguncang wilayah barat daya Cina, Selasa malam dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang, dan ratusan orang lainnya terluka. Namun dikhawatirkan ada sekitar 100-an korban lainnya yang tewas belum diketemukan.
 
Seperti dikutip dari kantor berita AFP, Rabu (9/8/2017) otoritas setempat menyebutkan, selain belasan orang tewas sedikitnya ada 88 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Bahkan, 21 korban yang terluka mengalami cidera serius.
 
Selain itu, tercatat pula sebanyak lima korban tewas adalah pengunjung ke daerah wisata. Sementara surat kabar People's Daily yang dikelola pemerintah melaporkan, sembilan orang telah tewas termasuk enam turis, dengan lebih dari 130 orang mengalami luka.
 
Namun, Komisi Nasional Penanggulangan Bencana Cina memperkirakan, memang ada kemungkinan lebih 100 orang yang tewas. Perkiraan itu muncul berdasarkan data sensus tahun 2010 di wilayah pegunungan, yang jarang penduduknya itu.
 
Lebih dari 130.000 rumah rusak, demikian keterangan yang diunggah di situs lembaga itu, berdasarkan analisis awal tentang bencana di wilayah terpencil di Provinsi Sichuan.
 
Presiden Xi Jinping menyerukan upaya keras dan cepat, untuk memberikan bantuan dan menyelamatkan orang-orang yang terluka. Seorang saksi mata mengaku, dirinya langsung melarikan diri dari tempatnya berdiri di Kota Jiuzhaigou, setelah dia merasakan bumi bergoncang.
 
"Saya juga berada di Jiuzhaigou pada 2008 saat gempa besar yang terakhir, jadi saya tahu. Ini terasa lebih kuat lagi," katanya. Menurutnya, orang-orang keluar dari rumah mereka untuk duduk-duduk di lapangan umum kota yang luas, jauh dari bangunan tinggi. Banyak juga yang duduk di mobil, karena berpikir posisi itu lebih aman.
 
"Orang tidak berani mengambil sesuatu seperti uang atau pakaian dan kita semua langsung berlari keluar," tambahnya. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 atau sekitar pukul 20.20 WIB, Selasa kemarin.
 
Lokasi gempa itu tidak jauh dari lokasi gempa berkekuatan 8.0 magnitudo yang melanda tahun 2008. Kala itu gempa mengakibatkan 87.000 orang tewas atau hilang. Pusat gempa berada 284 kilometer utara ibukota Provinsi Chengdu dan mencapai kedalaman 10 kilometer. Demikian data lembaga Survei Geologi Amerika Serikat.
 
Daerah yang terkena dampak adalah kawasan Jiuzhaigou, termasuk salah satu taman nasional paling terkenal di negara ini, Situs Warisan Dunia UNESCO, yang terkenal dengan danau karst-nya. Tanah longsor di lokasi turis membuat lebih dari 100 pengunjung terjebak, namun tidak ada korban tewas atau korban luka. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,