Polrestabes Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Ricko Maulana

Polrestabes Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Ricko Maulana

Rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pendukung Persib (bobotoh) Ricko Andrean Maulana. (foto - ant)

Bandung - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar (Satreskrim Polrestabes) Bandung menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan, yang menewaskan seorang pendukung Persib (bobotoh), Ricko Andrean Maulana.

"Motif pelaku hanya ketidaksukaan atas suporter lawan. Pelaku juga menyangka korban adalah The Jak. Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, setelah pertandingan dia adalah bobotoh juga," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana di lokasi rekonstruksi, Kamis (10/8/2017).

Rekonstruksi kejadian saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu, antara lain dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dan penyidik Polrestabes Bandung, serta beberapa pendukung Persib.

Sembilan adegan yang direkonstruksi berdasarkan keterangan pelaku berinisial WFR (19) dan lima saksi, sebagaimana yang telah tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam rekonstruksi, Ricko terbukti menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah bobotoh, yang menyangka korban adalah pendukung Persija Jakarta (The Jak).

Saat dievakuasi menuju lorong keluar tribun utara, pelaku WFR yang mendengar suara keributan dan melihat Ricko tengah dibopong, secara spontan langsung menendang dada bagian kiri korban.

Korban langsung tersungkur ke belakang sejauh satu meter. Tak lama kemudian, bobotoh lainnya langsung membawa tubuh Ricko yang sudah tak berdaya keluar dari Stadion GBLA, untuk dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Yoris mengatakan, rekonstruksi untuk melengkapi berbagai keterangan yang dituangkan dalam BAP. Jika sudah dinyatakan lengkap, maka berkas perkara tersebut akan dilimpahkan ke Kejari Bandung.

Ia mengatakan, sejauh ini polisi masih mencari pelaku pengeroyok lainnya, karena diduga terdapat empat pelaku yang masih dicari dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Yakni D, A, R dan satu orang yang masih belum diketahui identitasnya. "Pelaku lainnya masih dilakukan pencarian dan pemburuan, terutama terhadao empat DPO," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,