Bahan Peledak Kimia Disita dari Kontrakan Teroris Bandung

Bahan Peledak Kimia Disita dari Kontrakan Teroris Bandung

Polisi amankan sejumlah barang bukti antara lain bahan baku peledak. (foto - ant)

Bandung - Bahan baku peledak ditemukan di kontrakan salah seorang terduga teroris berinisial Y (20), yang tertangkap di Bandung. Temuan kali ini lebih berbahaya dari bahan baku bom milik teroris sebelumnya, yang ditangkap di Bandung.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, tim gabungan dari Densus 88, Gegana Polda Jabar dan Inafis Polda Jabar telah menemukan bahan baku peledak kimia dalam jumlah besar. Bahan baku itu ditemukan saat menggeledah rumah di Kampung Jajaway Timur‎ Kelurahan Antapani Kidul Kecamatan Antapani Bandung.

Bahan peledak itu bisa membuat luka bakar apabila mengenai kulit. "Bom kimia ini kalau meledak berdampak pada orang yang terkena udaranya akan terluka. Apabila terhirup akan mengakibatkan luka parah di dalam badan," kata Yusri di Bandung, Selasa (15/8/2017).

Yusri menjelaskan, bahan ini lebih berbahaya dari bom panci. Meski ledakan tidak terlalu besar, bahan ini bisa merusak kulit dan jaringan dalam tubuh. "Bom ini meledak bukan seperti bom panci, yang meledak mengeluarkan paku. Ledakan tidak terlalu besar, tapi dampaknya mengakibatkan kulit rusak. Dengan menghirup udaranya bisa mengakibatkan luka di dalam.‎ Radiusnya tergantung besaran bom yang dibuat," katanya.

Seperti diketahui, Densus 88 menangkap lima teroris di Bandung. Kelimanya yakni Y, pasangan suami istri AR dan AK, SH, serta R alias I‎., yang berhubungan dengan peristiwa meledaknya bom panci di Buahbatu Kota Bandung, beberapa waktu lalu dengan tersangka Agus Wiguna.

‎"Semuanya ada hubungannya dengan salah satu peledakan bom di Buahbatu, mereka memang sharing melalui salah satu media sosial, untuk mengajarkan Agus Wiguna untuk cara membuat bom. Kelima orang yang ditangkap belajar membuat bom dari blog Bahrun Naim, buron teroris anggota ISIS yang berada di Suriah.

"Mereka belajar dari telegram dan blog khusus dari Bahrun Naim. Kelima orang itu ada dua orang warga Bandung, ada yang dari Sumenep, Kediri dan Sumatera Barat," tegas Yusri. Kelima terduga teroris tersebut memiliki peran masing-masing.

Sementara itu, rumah kontrakan Y menjadi tempat untuk penyimpanan dan perakitan bahan peledak. ‎"Y dan AR adalah pendanaan sekaligus pembuat bom. Delapan hari lalu, Y mengontrak rumah itu untuk dijadikan tempat menyimpan bahan peledak, yang mereka akan rakit," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,