Eks Walikota Cimahi Dituntut 5 Tahun, Suaminya 8 Tahun Bui

Eks Walikota Cimahi Dituntut 5 Tahun, Suaminya 8 Tahun Bui

Mantan Walikota Cimahi Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochija dalam sidang lanjutan di PN Bandung, Rabu 16 Agustus 2017. (foto - ist)

Bandung - Mantan Walikota Cimahi Atty Suharti dituntut jaksa penuntut umum KPK dengan hukuman 5 tahun penjara, sedangkan suaminya Itoc Tochija dituntut selama 8 tahun. Demikian terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pembangunan Pasar Atas Cimahi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (16/8/2017).

"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada terdakwa satu (Atty), dan delapan tahun kepada terdakwa dua (Itoc)," sebut JPU KPK Ronald F Worotika. Dalam amar tuntutannya, Ronald menyebut kedua pasutri itu telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berupa penyuapan.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama tersebut menurut Ronald, sesuai dengan dakwaan kesatu yang diatur dalam Pasal 12 huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

"Berdasarkan sejumlah fakta yang terungkap dalam persidangan diperoleh kesimpulan, dalam diri terdakwa tidak ditemukan adanya alasan yang dapat menghapus unsur kesalahan atau pertanggungjawaban pidananya," katanya.

Jaksa juga menyebutkan, hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal memberatkan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak memberikan contoh yang baik sebagai pejabat publik. "Hal yang meringankan kedua terdakwa bersikap kooperatif dan tidak pernah dihukum," katanya.

Selain dituntut hukuman penjara, dalam amar tuntutan disebutkan kedua terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta, atau diganti dengan kurungan penjara selama dua bulan. Kasus penyuapan itu terungkap saat Atty dan suaminya ditangkap penyidik KPK pada 1 Desember 2016.

Atty ditangkap di kediamannya di Jalan Sari Asih IV nomor 16 Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Atty dan Itoc disangkakan menerima suap Rp 500 juta berkaitan proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi tahap II senilai Rp 57 miliar, dari pengusaha atas nama Triswara Dhanu Brata dan Hendriza Soleh Gunadi. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,