Rusuh Freeport, Polisi Tangkap 14 Orang & 3 Jadi Tersangka

Rusuh Freeport, Polisi Tangkap 14 Orang & 3 Jadi Tersangka

Polisi menangkap 14 orang dan tiga orang jadi tersangka pasca-kerusuhan di PT Freeport. (foto - ist)

Timika - Sedikitnya 14 orang ditangkap, dan tiga orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka pidana perusakan, pembakaran dan penganiayaan dalam aksi di PT Freeport Indonesia.
 
Seperti diketahui, pada Sabtu 19 Agustus 2017 terjadi pemblokiran area pos Check Point 28 dan Jalan Tambang Utama PT Freeport Indonesia. Aksi berlangsung anarkis berupa perusakan, pembakaran dan penganiayaan oleh oknum massa non-karyawan korban PHK dan Furlough PT Freeport Indonesia.
 
Aparat sedang menginvestigasi dan melacak adanya provokator di balik aksi anarkis tersebut. "Sampai saat ini sudah 14 orang yang kita amankan, tiga orang sudah menjadi tersangka,” kata Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika Kabupaten Mimika Papua, Minggu (20/8/2017).
 
"Tersangka karena perusakan, penganiayaan dan pembakaran. Nanti kita akan mengarah kepada provokasi," tegas Kapolres. Dari pengembangan yang terjadi, polisi pun tak menutup kemungkinan bahwa jumlah tersangka dalam kasus tersebut akan bertambah.
 
"Mungkin ada peningkatan tersangka lainnya, terutama terkait dengan para provokator. Jadi, ini perbuatan kriminal murni merusak barang, menjarah barang terus menganiaya orang, sehingga tolong bisa dipertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.
 
Saat ini, proses investigasi tengah dilakukan personel gabungan dari Polres Mimika dan Polda Papua. Bahkan, ratusan barang bukti berupa trailer, excavator, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua, telah diamankan kepolisian ke Polres Mimika dari peritiwa di Check Point 28, terminal gorong-gorong dan PT Petrosea Tbk.
 
"Untuk kerugian material, sedang dalam pendataan sekaligus kita sedang melakukan olah TKP, dalam rangka memenuhi pembuktian Pasal 184. Kita sudah lakukan dan proses,” katanya.
 
Secara umum situasi di Timika hingga Minggu siang ini dinyatakan kondusif. Aparat TNI-Polri tetap disiagakan di lokasi, yang sebelumnya dilakukan aksi oleh massa non karyawan seperti di Check Point 28, Terminal Gorong-gorong dan PT Petrosea Tbk. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,