MA Ternyata Lebih Buruk Dibandingkan dengan MK

MA Ternyata Lebih Buruk Dibandingkan dengan MK

Direktur Setara Institute Ismail Hasani di kantornya Jalan Hang Lekir II Kebayoran Baru Jakarta Selatan. (foto - ist)

Jakarta - Judicial review yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) jauh lebih buruk dibandingkan dengan Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, Setara Institute mendorong MA untuk mencontoh MK, dalam proses judicial review.
 
Berdasarkan aturan, MK melakukan judicial review UU atas UUD 1945, sedangkan MK melakukan judicial review peraturan di bawah UU atas UU.
 
"Di MK itu mekanismenya terbuka, ada kontestasi gagasan, orang bisa berdebat, sedangkan di MA tidak. Saya sebagai pihak yang berperkara pun kadang tidak tahu kapan hakim menyidangkan perkara. Tahu-tahu putusannya tiba dan itupun kita lihat di website," kata Direktur Setara Institute Ismail Hasani di kantornya Jalan Hang Lekir II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (20/8/2017).
 
Jika diminta terbuka, MA berdalih dengan doktrin yang dibuatnya sendiri. "Namun MA punya alasannya sendiri dengan doktrinnya, sehingga seringkali makna (sidang) terbuka hanya ia maknai ketika bersidang pintunya dibuka. Artinya, orang yang bisa lewat itu sebetulnya dia bisa mengakses. Padahal, yang kita dorong adalah ada keterbukaan, ada kontestasi gagasan di mana semua orang bisa mengkontrol," beber Ismail.

"Jadi kondisi di MA itu saya bisa pastikan (sekalipun tidak ada kasus maksud saya), dalam proses judicial review jauh lebih buruk dibanding MK," katanya.
 
Ia menyarankan, MA agar mencontoh MK khususnya soal menggelar sidang secara terbuka. "Salah satu isu yang kita dorong di MA adalah sidang terbuka judicial review. Jadi, MA harusnya mengadopsi cara yang sama dengan MK," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,