Air Situ Cileunca Kian Menyusut, PDAM Lakukan Antisipasi

Air Situ Cileunca Kian Menyusut, PDAM Lakukan Antisipasi

Volume air Situ Cileunca di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung kian menyusut. (foto - ist)

Bandung -Layanan distribusi air bersih bagi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) baik di Kabupaten Bandung maupun Kota Bandung terganggu. Air yang terempang di Dam Cipanunjang dan Situ Cileunca di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung yang menjadi sumber air baku dua PDAM terus menyusut.

Berdasarkan informasi, tinggi muka air di Dam Cipanunjang berada di level 1.441, padahal normalnya 1.447.  Dengan begitu, penyusutan permukaan air di dam tersebut mencapai 6 meter.

Kepala Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Dadang Supriadi mengatakan, pihaknya melakukan rekayasa optimalisasi jaringan. Hal itu bertujuan agar pendistribusian air bersih tidak terlalu terganggu.

Lewat  upaya itu, pendistribusian air bersih yang sempat terganggu beberapa waktu lalu, kini  mulai membaik. "Memang kondisi permukaan air di Situ Cileunca turun saat musim kemarau hingga mencapai 6 meter. Untuk itu, kami melakukan optimalisasi jaringan dari beberapa bak PDAM Tirta Raharja," katanya.

Menurutnya, waktu operasional PDAM Tirta Raharja mencapai 30 jam untuk mengairi sebanyak 22.000 pelanggan air bersih, yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Bandung. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air bersih, pelanggan diimbau menampung air cadangan saat air PDAM mengalir ke rumah pelanggan.

Sementara itu, jajaran Direksi PDAM Tirta Wening Kota Bandung pun melakukan peninjauan lapangan ke sumber air baku PDAM di Dam Cipanunjang. Alhasil, tampak jelas tinggi muka air mengalami penurunan.

Direktur Utama PDAM Tirta Wening Sonny Salimi menjelaskan, debit air dari sumber air baku  ke PDAM Tirta Wening kini  terganggu.  Kondisi normal, debit air yang masuk ke Badaksinga (PDAM Tirta Wening) mencapai 1.800 liter per detik.

Dengan  penurunan muka air di Dam Cipanunjang, maka debit air yang masuk hanya mencapai 900 liter per detik. Kondisi tersebut jelas berdampak pula terhadap ketersediaan air untuk 156.000 pelanggan.

"Dari peninjauan kami di lapangan, permukaan air di Dam Cipanunjang menurun hingga 6 meter. Ini sudah kita lihat bersama, kondisi air yang tertampung di dua danau ini (Cileunca dan Cipanunjang) terus menurun,” katanya.

Terganggunya debit air yang masuk ke PDAM Tirta Wening kata Sonny,  mulai terjadi pada Minggu 13 Agustus 2017 lalu. Usai meninjau ia dapat menentukan kebijakan agar layanan pendistribusian air bersih kepada pelanggan tidak terlalu terganggu.

Secara perhitungan matematis, jika terjadi penurunan debit air mencapai 1.000 liter per detik, pelanggan yang akan terganggu sebanyak 100.000 pelanggan. "Kalaupun tidak terjadi gangguan pendistribusian air bersih, para pelanggan ini akan mendapatkan jatah air bersih lebih sedikit dari biasanya. Ini yang terus kami optimalkan,” tegasnya.

Mengenai penyiagaan tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pelanggan, ia mengatakan, hal itu akan terus dioptimalkan. Namun, upaya itu tidak akan mencukupi kebutuhan pelanggan air bersih PDAM Tirta Wening. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,