Empat Orang Sindikat Saracen Penyebar Isu SARA Ditangkap

Empat Orang Sindikat Saracen Penyebar Isu SARA Ditangkap

Polisi menangkap empat orang sindikat Saracen sebagai penyebar isu SARA. (foto - ist)

Jakarta Sindikat Saracen yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial ditangkap pihak kepolisian. Sindikat ini kerap mengirim proposal kepada beberapa pihak, terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial.

Setiap proposal, dikabarkan mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah. "Mereka menyiapkan proposal. Satu proposal yang kami temukan nilanya puluhan juta per proposal," kata Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017).

Namun, Irwan tidak menjelaskan kepada siapa proposal itu diajukan. Pihaknya masih mendalami temuan tersebut. "Masih pendalaman, tapi kurang-lebihnya seperti itu," katanya.

Ia menjelaskan, konten SARA yang akan disebarkan oleh Saracen disesuaikan dengan keinginan pihak pemesan. Pihaknya pun masih terus melakukan patroli siber untuk melacak akun-akun lain serupa, dan pemesan konten ujaran kebencian itu. "Kita dalami karena memang luasnya dunia maya tersebut, sehingga tim juga perlu waktu untuk mengungkap kasus itu," tegasnya.

Sementara Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Faril Imran mengatakan, kelompok Saracen adalah buzzer yang dibayar untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA hingga berita hoax. Mereka memiliki pengikut hingga ratusan ribu akun.

Menurut Fadil, motif kelompok itu untuk kepentingan ekonomi. Mereka dibayar oleh pemesan untuk menyebarkan berita-berita bohong hingga ujaran kebencian bernuansa SARA, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. "Pola pikir mereka tidak menerima perbedaan dan motifnya untuk mencari keuntungan," katanya.

Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial JAS, MFT dan SRN dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, dan/atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,