22 Tewas, Kapal Feri Angkut 129 Penumpang Tenggelam

22 Tewas, Kapal Feri Angkut 129 Penumpang Tenggelam

Kapal Feri mengangkut 129 penumpang tenggelam di perairan sebelah utara Salvador Brasil. (foto - AP)

Salvador - Sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas setelah kapal feri yang ditumpanginya tenggelam di perairan sebelah utara Salvador Brasil. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Pulau Itaparica di Negara Bagian Bahia, yang merupakan destinasi wisata terkenal.
 
Kapal feri itu mengangkut 129 orang dari total kapasitas 160 penumpang. Selain 22 orang yang tewas, tim penyelamat berhasil menarik sekitar 90 orang dari laut. Para korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Salvador.
 
"Cuaca hujan dan kami dihantam ombak besar. Butuh waktu lama untuk menyelamatkan kami. Bahkan, saya berada dua jam di laut,” sebut seorang penyintas bernama Edvaldo Santos de Almeida.
 
Dilansir BBC, Jumat (25/8/2017) berdasarkan kesaksian salah seorang penyintas, kapal feri itu terbalik saat dihantam ombak kuat. Cuaca diketahui hujan saat insiden terjadi sehingga cukup menyulitkan tim penyelamat untuk menarik korban dari lokasi kecelakaan.
 
Kecelakaan feri tersebut merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir yang melanda transportasi laut di Brasil. Sebelumnya, satu unit kapal feri tenggelam di Sungai Xingu, Para, dan menewaskan sedikitnya 19 orang pada Selasa 22 Agustus malam waktu setempat.
 
Kapal yang tenggelam beberapa hari lalu itu mengangkut sekitar 70 orang penumpang. Kapal diketahui berlayar pada tengah malam dari kota Santarem menuju Vitoria do Xingu, di wilayah Brasil yang masuk ke kawasan Amazon.
 
Kepolisian setempat tengah menyelidiki penyebab kecelakaan kapal tersebut. Polisi berspekulasi, kapal tersebut kemungkinan membawa penumpang melebihi kapasitas angkutnya. Namun, kapal diyakini tenggelam karena terjebak di tengah badai.
 
"Pencarian terus dilakukan baik di atas maupun di bawah perairan. Area pencarian sangat sulit dijangkau dan tiga buah pesawat sudah kami kerahkan ke sana. Salah satunya berperan sebagai basis komunikasi,” kata Ketua Tim SAR setempat, Kolonel Augusto Lima. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,