Polri Tetapkan Siaga Satu Pasca BBM Naik

Polri Tetapkan Siaga Satu Pasca BBM Naik

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan bahwa pihaknya menetapkan status siaga satu di kota-kota besar di Indonesia pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Jakarta - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan bahwa pihaknya menetapkan status siaga satu di kota-kota besar di Indonesia pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
 
"Kita tetapkan status siaga satu, artinya kalau siaga satu kekuatan personel bisa dikerahkan penuh itu dua per tiga kekuatan Polri. Tetapi kan kita bisa melihat ancamannya sampai sejauh mana. Kalau unjuk rasa 100 orang masa harus diamankan seribu atau dua ribu," kata Badrodin di gedung KPK Jakarta, Selasa (18/11/2014).
 
Badrodin hadir dalam paparan Survei Integritas Sektor Publik Indonesia tahun 2014 yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia hadir bersama dengan Ketua KPK Abraham Samad, Menteri Kesehatan Nila Djoewita F Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana serta Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Roni Dwi Susanto.
 
"Yang menjadi prioritas pengamanan seluruhnya dan kota-kota besar, yang utama itu Jakarta, Surabaya, Makassar, kemudian Sumatera Utara di Medan," ungkap Badrodin.
 
Antisipasi yang dilakukan menurut Badrodin misalnya untuk menjaga bila angkutan umum mogok, unjuk rasa nelayan, elemen-elemeen masyarakat yang lain.
 
"Kita waspadai saja, tapi segala kemungkinan itu kita lakukan antisipasi," tambah Badrodin.
 
Selain menjaga demonstrasi, Polri juga melakukan operasi untuk menangkap para penimbun BBM bersubsidi.
 
"Yang jelas waktu di Batam itu ada di kapal, kemudian ada 79 mobil yang diubah bagasinya itu menjadi tangki atau mobil kijang itu menjadi tangki, sehingga itu penyimpangan," ungkap Badrodin.
 
Selanjutnya dilakukan juga pengawasan di stasiun pengisian bahan bakar umum.
 
"Pengawasan di SPBU juga ada patroli, juga ada pengawasan. Kita juga harapkan bahwa di SPBU dipasang CCTV juga, kalau ada yang menyimpang kan ketahuan. Dari tadi malam sudah kita perintahkan pengawasan dan penjagaan bahkan antrian sampai panjang setelah diumumkan itu atau setelah diumumkan cukup pengamanan petugas kepoilisian," jelas Badrodin.
 
Polri akan terus melakukan pengawsan hingga kondisi mereda.
 
Pemerintah mengalihkan subsidi dari sektor konsumtif menjadi produktif dengan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter sehingga harga premium yang semula Rp6.500 menjadi Rp8.500 dan solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500 dan berlaku mulai 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.
 
Kenaikan harga BBM itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.
 
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan adanya tambahan dana sebesar Rp100 triliun yang bisa digunakan untuk sektor infrastruktur, kemaritiman dan juga perlindungan sosial. Namun kenaikan harga BBM bersubsidi itu juga memicu inflasi tambahan sebesar dua persen dari 5,3 persen hingga 7,3 persen.
 
Sedangkan bagi rakyat yang kurang mampu disiapkan paket perlindungan sosial berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,nasional,